web analytics
  

Angka Pengangguran Lulusan SMK Lebih Tinggi Dibanding SMA

Jumat, 6 Maret 2020 16:45 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Bandung, Angka Pengangguran Lulusan SMK Lebih Tinggi Dibanding SMA, Pengangguran, Lulusan SMK, SMA, Dede yusuf macan,

Dede Yusuf Macan Efendi. (Ayobandung.com)

MARGAHAYU, AYOBANDUNG.COM -- Anggota Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Efendi, menyebut angka serapan kerja lulusan SMK lebih rendah dibanding SMA.

Dede mengatakan, rendahnya serapan kerja berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud yang menyebut angka pengangguran SMK lebih tinggi dibanding SMA.

"Penyebab lulusan SMK tidak bisa tersalurkan dalam dunia pekerjaan itu banyak," tutur Dede saat mengunjungi SMK Angkasa 1 Margahayu, Kabupaten Bandung, Jumat (6/3/2020).

Dia menduga rendahnya serapan kerja lulusan SMK terjadi sejak masih duduk di bangku sekolah. Dia menjelaskan, investasi SMK jauh lebih tinggi dibanding SMA, mengingat untuk bisa melakukan praktik, diharuskan ada peralatan tertentu.

Di sisi lain, SMK terutama swasta masih keterbatasan kemampuan. Pendapatan dari siswa juga terus ditekan supaya bisa bersaing dengan sekolah negeri yang dari sisi biaya lebih rendah. Akibatnya banyak SMK swasta terpaksa memangkas belanja pengadaan peralatan.

"Idealnya peralatan SMK itu harus di-upgrade tiap 3 tahun," ucapnya.

Alhasil, banyak lulusan SMK kurang terserap di dunia pekerjaan, terutama yang tidak memiliki keterampilan mumpunu.

"Artinya yang memiliki skill dan keterampilan, serta mampu yang terserap di dunia pekerjaan," ujarnya.

Kemudian, hal lain yang menjadi persoalan adalah lulusan SMK tidak memiliki sertifikat kempetensi. Padahal sebagian industri lebih melihat sertifikat kompetensi dibanding ijazah.

Dengan kondisi tersebut, mantan Wakil Gubernur Jabar tersebut akan mendorong Kemendikbud supaya bisa memfasilitasi kebutuhan SMK, terutama dari sisi peralatan dan kebijakan lain. Dengan begitu, lulusan SMK mengantongi sertifikat kompetensi atau profesi.

"Tidak mungkin siswa harus membayar jutaan untuk mendapatkan sertifikat profesi. Di situlah peran negara untuk sertifikasi ini. Negara harus ikut mendukung sertifikasi kompetensi dan profesi. Dan saya sudah cek, tahun ini untuk sertifikasi kompetensi akan disiapkan dari Pemerintah Provinsi. Nanti saya akan kontrol lagi, benar tidak memfasilitasi itu," tuturnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers