web analytics
  

Lebih Penting Mana, Tidur Cukup, Olahraga, atau Makan?

Kamis, 5 Maret 2020 11:57 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Lebih Penting Mana, Tidur Cukup, Olahraga, atau Makan?, Tidur , Olahraga, Makan, tips kesehatan, konsentrasi,

[Ilustrasi] Tidur. (Pixabay/Katniss12)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Tidur yang cukup merupakan salah satu syarat menjaga kesehatan. Bahkan, praktisi tidur dr Andreas Prasadja, RSPGT, mengatakan, tidur yang cukup lebih penting daripada makan, dan merupakan kebutuhan dasar sebelum nutrisi dan olahraga.

Mengapa dokter menyebutkan seperti itu? Menurut dr Ade, sapaannya, menjelaskan, bahwa satu-satunya yang bisa meningkatkan konsentrasi, daya ingat, kreativitas, dan kemampuan mengambil keputusan hanyalah tidur. Tidak ada aktivitas lain, kata dia.

AYO BACA : Ini Alasan Tak Boleh Minum Teh Hijau Sebelum Tidur

"Mindset orang kita, kalau mau sehat mesti olahraga, mesti jaga makan. (Padahal) tidurnya yang lebih harus diperhatikan. Ini malah dikurang-kurangin, piye to? Saya prihatin gym (buka) 24 jam, akhirnya terlalu banyak olahraga, malah kena serangan jantung dan meninggal," katanya, dikutip dari Suara.com, Rabu (4/3/2020).

Dia menyebut, pada saat tidur terjadi proses-proses restorasi. Anggapan bahwa saat tidur otak kita tidak aktif justru salah karena saat tidur otak kita 70% lebih aktif dibanding saat terjaga.

AYO BACA : Tubuh Tersentak Tiba-tiba Saat Mulai Tidur, Berbahayakah?

"Cuma kita ditutup, nih, sensornya sama dunia luar. Jadi sisa bakaran dari otak yang kerja seharian dibuang dikeluarkan saat tidur, kalau enggak tidur, dia numpuk di otak dan jadinya racun," kata Ade.

Kemudian, saat tidur terjadi perbaikan saraf dan peningkatan skill. Misalnya kita sedang mempelajari sesuatu, saat tidur kemampuan kita akan dipoles dan terjadi proses konsolidasi memori. Hal tersebut semuanya terjadi hanya saat tidur. Itu sebabnya tidak ada aktivitas lain yang dapat menggantikan manfaat tidur.

Kurang tidur juga tidak akan bisa dikompensasi dengan tidur siang karena siklusnya berbeda. Meski tidur siang itu sehat, namun kebutuhannya juga berbeda di tiap kelompok usia.

Pada tidur malam, proses tidur ringan-sedang-dalam-mimpi akan terpenuhi setelah 120 menit. Sementara saat siang, proses itu terjadi sekitar 15-20 menit. Pada kelompok usia dewasa muda, tidur siang dibutuhkan lebih dari 20 menit agar kembali bangun dengan segar.

"Enggak cuma olahraga dan makan, tidur pun harus dijadikan salah satu healthy lifestyle," ujar dr Ade.

AYO BACA : King Kobra 3 Meter Ditemukan di Bawah Tempat Tidur Warga di Purwakarta

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Takut Jarum Suntik Bawa Ragam Kerugian

Sehat Minggu, 28 Februari 2021 | 11:30 WIB

Banyak kerugian bila masih takut atau trauma dengan jarum suntik. Padahal banyak pengobatan, misalnya vaksinasi, yang ha...

Gaya Hidup - Sehat, Takut Jarum Suntik Bawa Ragam Kerugian , jarum suntik,phobia jarum suntik,trauma jarum suntik,takut jarum suntik

Biar Rasa Takut Berkurang saat Disuntik, Lakukan Hal Ini!

Sehat Minggu, 28 Februari 2021 | 10:41 WIB

Berbicara divaksin, memang masih ada orang-orang yang enggan menerima karena khawatir dengan efek sampingnya. Namun sebe...

Gaya Hidup - Sehat, Biar Rasa Takut Berkurang saat Disuntik, Lakukan Hal Ini!, jarum suntik,takut jarum suntik,Vaksinasi Covid-19,agar tak takut disuntik

Ini Makanan yang Harus Dikonsumsi dan Dihindari Penderita Asam Urat

Sehat Sabtu, 27 Februari 2021 | 22:15 WIB

Ini Makanan yang Harus Dikonsumsi dan Dihindari Penderita Asam Urat

Gaya Hidup - Sehat, Ini Makanan yang Harus Dikonsumsi dan Dihindari Penderita Asam Urat, Asam Urat,Penderita asam urat,meredakan asam urat,makanan yang aman dikonsumsi penderita asam urat,makanan dihindari asam urat,makanan asam urat,obat asam urat

Tanda Tubuh Sensitif Terhadap Kafein atau Kopi

Sehat Sabtu, 27 Februari 2021 | 10:54 WIB

Sensitif kafein adalah kondisi saat seseorang merasakan dampak pada tubuh, meskipun jumlah yang dikonsumsi sangat sediki...

Gaya Hidup - Sehat, Tanda Tubuh Sensitif Terhadap Kafein atau Kopi, Tanda Tubuh Sensitif,Sensitif kafein,efek kafein,penyebab insomia,kinerja kafein,Tanda dan gejala sensitif kafein,Sakit Kepala,peningkatan detak jantung,gejala peningkatan detak jantung,riwayat sakit jantung,Serangan Jantung

Studi: Orang yang Suka Posting Quote Bijak Punya IQ Lebih Rendah

Sehat Sabtu, 27 Februari 2021 | 10:22 WIB

sebuah penelitian menemukan, orang yang menyukainya dan senang membagikannya di media sosial memiliki tingkat kecerdasan...

Gaya Hidup - Sehat, Studi: Orang yang Suka Posting Quote Bijak Punya IQ Lebih Rendah, quote bijak,kata-kata bijak,Intelligence quotient (IQ),Ciri IQ rendah,kutipan motivasi,tes IQ,pencinta kutipan inspirasional,kutipan bijak

Hati-hati, Kaum Muda Juga Bisa Kena Hipertensi

Sehat Sabtu, 27 Februari 2021 | 08:58 WIB

Usia muda biasanya masuk dalam kategori hipertensi sekunder yang terjadi akibat penyebab tertentu

Gaya Hidup - Sehat, Hati-hati, Kaum Muda Juga Bisa Kena Hipertensi, Hipertensi,darah tinggi,penyempitan pembuluh darah,Tekanan Darah,penyebab hipertensi,penderita penyakit hipertensi,tekanan darah tinggi,penyakit tidak menular,pola makan tidak sehat,pola hidup,gaya hidup sehat

Kenali 6 Gejala Penyakit Jantung yang Muncul secara Halus

Sehat Sabtu, 27 Februari 2021 | 08:31 WIB

Banyak orang tidak mengenali gejala halus dan ringan dari penyakit kardiovaskular atau jantung.

Gaya Hidup - Sehat, Kenali 6 Gejala Penyakit Jantung yang Muncul secara Halus, gejala penyakit jantung,Serangan Jantung,Pembengkakan Kaki,sesak napas,otot jantung melemah,kerusakan jaringan jantung,nyeri dada,masalah jantung,tanda penyumbatan jantung,Jantung Berbedar,Sakit Rahang

Cara Hindari Infeksi Parah Covid-19 bagi Pasien Diabetes

Sehat Sabtu, 27 Februari 2021 | 07:24 WIB

Penderita diabetes tipe 2, salah satu kelompok yang berisiko menderita penyakit parah jika terinfeksi virus corona Covid...

Gaya Hidup - Sehat, Cara Hindari Infeksi Parah Covid-19 bagi Pasien Diabetes, Pasien diabetes,Cara Hindari Infeksi Parah Covid-19,Penderita Diabetes,COVID-19,virus corona,Kadar gula darah,diabetes yang tidak terkontrol,infeksi virus,Kadar gula darah tinggi,Pasien Covid-19

artikel terkait

dewanpers