web analytics
  

Ini Penjelasan Dokter Soal Efektivitas Jilbab Sebagai Masker

Kamis, 5 Maret 2020 11:53 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Ini Penjelasan Dokter Soal Efektivitas Jilbab Sebagai Masker, Virus Corona, COVID-19, Masker Langka, jilbab sebagai masker

Ilustrasi penggunaan masker. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Bagi perempuan berhijab, tentu bukan hal yang aneh memanfaatkan bagian ujung jilbabnya sebagai masker saat berada di luar ruangan, entah melindungi wajah dari panas matahari atau polusi. Tapi, bagaimana dengan efektivitasnya?

AYO BACA : Begini Cara Mudah Membuat Hand Sanitizer Sendiri di Rumah

Ternyata jilbab tidak bisa melindungi dari penularan virus atau bakteri, meski wajah telah tertutupi. "Akan beda fungsinya," kata dokter spesialis penyakit dalam Dr. dr Muhammad Ilyas, SpPD, K-P, SpP(K) di Jakarta, Rabu (4/3/2020).

AYO BACA : Masker dari Tisu Basah Sebabkan Iritasi Kulit? Ini Kata Dokter

Namun saat keadaan darurat dan berada di lingkungan yang ramai, tak ada salahnya sementara menggunakan jilbab sebagai masker. "Tentu mungkin akan lebih membantu daripada tidak sama sekali," ucapnya.

Masker yang bisa memproteksi bakteri dan virus dan disarankan penggunaannya, kata Ilyas, adalah masker bedah berwarna hijau dan masker N-95.

Ilyas menjelaskan, dalam memproteksi diri dari bakteri dan virus, masker N-95 lebih baik daripada masker bedah. Hanya saja, harganya memang lebih mahal.

"Dari sisi harga lebih mahal, masyarakat akan keberatan belinya. Kedua ada yang menyatakan (masker N-95) tidak nyaman karena dia akan menekan (area hidung), pori-pori lebih terbatas. Ada pasien bilang napas jadi sesak," kata Ilyas.

AYO BACA : Bukan Masker, Warga Australia Borong Tisu Toilet Hadapi Corona

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers