web analytics
  

18.589 Jemaah Umrah di Saudi Dipulangkan Bertahap

Kamis, 5 Maret 2020 08:15 WIB

Pemulangan jamaah umroh dari Saudi dengan 13 maskapai. Foto: Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama M Arfi Hatim. (Republika)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) mencatat, ada lebih 18 ribu jemaah umrah Indonesia yang masih berada di Arab Saudi. Mereka adalah jemaah yang berangkat dari Indonesia sebelum dikeluarkannya aturan penangguhan sementara akses masuk ke Arab Saudi.

"Sampai hari ini, tercatat ada 18.589 jamaah umrah yang berada di Arab Saudi," ujar Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim dalam keterangan yang didapat Republika, Kamis (5/3).

Menurut Arfi, mereka akan dipulangkan secara bertahap setelah menyelesaikan rangkaian perjalanan dan ibadah umrohnya sesuai paket masing-masing. Untuk Rabu (4/3) kemarin misalnya, data kepulangan tercatat mencapai 4.763 jamaah.

Jamaah umroh dibawa oleh 13 maskapai penerbangan, yaitu: Air Asia, Citilink, Emirates Airlines, Ethiopian Airlines, Etihad Airways, Flynas Airlines, Garuda Indonesia, Lion Air, Malaysia Airlines, Oman Air, Saudi Arabian Airlines, Srilankan Air, dan Turkish Airlines.

"Sebagian ada yang penerbangan langsung ke beberapa bandara di Indonesia, sebagian lainnya transit di Kualalumpur, Dubai, Addis Ababa, Abu Dhabi, Singapura, Turki, dan Queen Alia," ujar Arfi.

Kasubdit Pengawasan Ibadah Umrah dan Haji Khusus, Noer Aliya Fitra menambahkan, berdasarkan data Siskopatuh, pemulangan jemaah umrah Indonesia yang saat ini masih di Saudi berakhir 15 Maret mendatang.

Kepada seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang masih memberikan pelayanan kepada jemaah di Arab Saudi, ia berpesan agar tetap mengawal dan menjaga jamaahnya.

"PPIU harus memastikan jamaah mendapatkan layanan sesuai paket dan  jiga mendapat perlindungan dari hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Terakhir, ia mengimbau kepada keluarga jamaah yang berada di Indonesia untuk tetap tenang. Proses pemulangan akan dilakukan sesuai jadwal yang telah direncanakan dan dipantau tim KJRI. 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers