web analytics
  

Harga Bawang Putih di Kota Bandung Berangsur Normal

Rabu, 4 Maret 2020 10:39 WIB

Ilustrasi (Antara)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Harga bawang putih di pasar-pasar tradisional Kota Bandung berangsur normal. Sebelumnya, harga bawang putih pada awal Februari mencapai Rp 60 ribu per kilogram. Saat ini harganya turun menjadi Rp 38 ribu hingga 40 ribu per kilogram.

"Harga bawang putih Rp 38 sampai Rp 40 ribu sudah hampir normal. Normalnya Rp 32 ribu sesuai HET bawang putih Rp 32 ribu per kilogram," ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (4/3/2020).

Ia mengatakan harga bawang putih mencapai Rp 35 ribu per kilogram masih dapat dikatakan normal. Sebab menurutnya harga normal bawang putih berkisar antara Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram.

AYO BACA : 8 Ton Bawang Putih Dijual di Operasi Pasar Murah Soreang

"Kemarin pagi memantau di Pasar Kiara Condong, saya tanya ke pedagang ada Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu per kilogram," katanya.

Menurut Elly, penurunan harga bawang putih dipengaruhi oleh stok bawang putih yang relatif tersedia. Namun, beberapa waktu lalu katanya pemerintah pusat sempat akan menyetop impor kebutuhan hortikultura dari China sehingga memicu kenaikan harga.

"Kebutuhan bawang putih 90 persen dari China dan 10 persen dari lokal. Produk hortikultura ternyata masih diizinkan impor," katanya.

AYO BACA : Jual Bawang Putih Mahal, Disperindag Siap Sidak Pedagang

Hal lain yang memengaruhi kenaikan harga bawang putih yaitu adanya penimbunan stok bawang putih yang dilakukan importir. Namun aksi penimbunan berhasil diungkap beberapa waktu lalu.

Elly menambahkan, faktor lain yang memicu harga bawang putih berangsur turun adalah operasi pasar yang dilakukan di empat pasar tradisional sepanjang Februari. Menurutnya, Satgas Pangan Kota Bandung bekerja sama dengan Jabar menyelenggarakan operasi pasar di Pasar Kosambi, Kiara Condong, Andir, dan Astanaanyar.

"Delapan ton di Pasar Kosambi, Kiaracondong, dan Astanaanyar tujuh ton, total 22 ton. Ada pengaruhnya terhadap penurunan harga bawang putih," jelas Elly.

Ia mengatakan bawang putih yang beredar di masyarakat adalah stok 2019. Sedangkan pada 2020 keran impor belum dibuka sebab masih menunggu izin dari Kementerian Perdagangan. Sedangkan Kementerian Pertanian sudah mengeluarkan rekomendasi jumlah impor bawang putih.

Jelang bulan Ramadhan, Elly mengatakan kebutuhan pokok yang diperlukan masyarakat aman tersedia dan harga bawang putih berangsur menurun. Menurutnya masyarakat tidak perlu khawatir.

AYO BACA : Tekan Harga Bawang Putih, Purwakarta Siapkan Operasi Pasar

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers