web analytics
  

[Bandung Pisan] Ini Jurus Kelurahan Cihapit Tingkatkan Indeks Kebahagiaan Lansia

Selasa, 3 Maret 2020 17:26 WIB Vina Elvira

Tampak depan rumah edukasi Jalan Cakranegara, RW 01, Kelurahan Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Jumat (28/2/2020).(Ayobandung.com/Vina Elvira)

 

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pada 2019 lalu, Kelurahan Cihapit Kecamatan Bandung Wetan membangun sebuah rumah edukasi yang diperuntukkan bagi para lansia di wilayahnya. Warga di kawasan itu didominasi para pensiunan dan lansia.  

Rumah edukasi, dibangun atas hasil rembukan antara pihak kelurahan, dengan para tokoh masyarakat dan sesepuh di wilayah Kelurahan Cihapit. 

Pembangunan rumah edukasi tersebut, merupakan salah satu upaya meningkatkan indeks kebahagian para lansia di wilayah Cihapit. Para lansia bisa menjalani masa tua dengan bahagia dan aktif, serta bisa sering berkumpul. 

"Mereka berembuk bagaimana nih cara meningkatkan indeks kebahagian, arahnya ke situ. Supaya mereka (lansia) bisa saling bergaul dengan para lansia lain. Dibentuklah rumah edukasi ini, yang mana memang mereka menjadi komunitas para orang tua," ujar Lurah Cihapit, Inda Choirul Bariah saat diwawancarai Ayobandung.com di Kantor Kelurahan Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Jumat (28/2/2020).

Untuk membangun rumah edukasi, lKelurahan Cihapit menggunakan angaran dari Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan untuk dana kelurahan 2019. DAU sebesar Rp353 juta tersebut, difokuskan untuk membangun infrastruktur dari rumah edukasi. 

"Kami pada 2019 di seluruh Kota Bandung, mendapat anggaran dari pusat, namanya DAU bantuan kelurahan. Nilainya itu Rp353 juta," ujarnya. 

Salah satu kegiatan yang sudah dijalankan di rumah edukasi adalah, melakukan pelatihan penanaman hidroponik. Aktivitas menanam ini, dinilai mudah dilakukan oleh para lansia, karena penanamannya tidak perlu menggunakan tanah. 

"Awalnya itu, akhirnya mengedukasikan tentang bagaimana cara penanaman hidroponik. Yang mana itu kan tanpa media tanah ya, langsung menggunakan air," terang Inda. 

Inda berharap, kegiatan-kegiatan semacam itu bisa memberikan dampak positif bagi para lansia. Selain bahagia karena bertemu dengan kawan sebayanya, mereka pun bisa membanggakan hasil kerjanya sendiri. 

"Jadi para lansia dengan sendirinya akan merasa senang ketemu dengan orang-orang sebayanya, kemudian juga bermanfaat. Akhirnya setelah penyemaian, akhirnya tumbuh. Ini kan untuk mereka juga. Intinya sih bukan karena masalah diekonominya ya. Tapi kan arahnya ke kebahagiaan," ungkapnya. 

Rencananya, tambah Inda, rumah edukasi akan dikembangkan lagi, baik dari segi infrastruktur maupun penambahan berbagai fasilitas. Salah satunya adalah, rencana pembangunan rumah kreatif atau inovasi.

"Itu nanti alokasikannya di belakangnya, karena masih ada tanah ya, nanti kami mau membuat di situ ada rumah inovasi atau rumah kreatif," tambahnya. 

Nantinya, kata dia, rumah inovasi atau kreatif tersebut akan dibangun sebagai bentuk implementasi dari rumah edukasi. Dengan pembangunan rumah tersebut, diharapkan dapat meningkatkan keaktifan para warganya. 

"Yang mana di depan itu edukasinya, yang di belakang implementasinya. Implementasi setelah ada edukasi itu seperti apa. Jadi biar kreatif lah. Baik itu di karangtarunanya ataupun para lansianya," tutur Inda. 

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel lainnya

dewanpers