web analytics
  

Dampak Virus Corona, Polusi Udara di Cina Berubah Drastis

Selasa, 3 Maret 2020 10:58 WIB
Umum - Internasional, Dampak Virus Corona, Polusi Udara di Cina Berubah Drastis, Virus Corona, dampak virus corona, Polusi Udara, Tiongkok, Berubah Drastis,

[Ilustrasi] Polusi Udara. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – NASA membagikan gambar hasil pencitraan satelit yang mengejutkan di wilayah Cina, negara pembawa virus corona yang saat ini tengah mewabah ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Polusi yang biasanya menyelimuti Cina, khususnya Beijing, kini tiba-tiba menghilang. Artinya, tingkat polusi di Negeri Tirai Bambu itu menurun drastis.

Dalam pengamatan ilmuwan NASA, hilangnya nitrogen dioksida (NO2) yang bersumber dari penurunan jumlah kendaraan bermotor yang aktif, pembangkit listrik, dan fasilitas industri lainnya.

Sebagai pembanding, NASA juga memiliki gambar citra satelit yang pertama kali diambil pada periode 1-20 Januari 2020. Ketika para warga Cina belum memasuki fase karantina lantaran virus corona, polusi di negeri ini masih terlihat.

Kemudian keadaan berubah 180 derajat. Pada 10-25 Februari, selama warga Cina dikarantina, polusi dari gas berbahaya yang semula jadi 'santapan sehari-hari' masyarakat Cina, mendadak menghilang.

Penurunan ini terjadi ketika perusahaan Cina sepakat untuk membekukan proses produksi dan meminta karyawan mereka untuk berhenti bekerja selama masa karantina virus corona. Selain di Beijing, penurunan polusi juga terjadi di Wuhan, lokasi virus corona covid-19 pertama kali ditemukan.

34350-polusi-udara-di-china-menurun

Perbandingan Polusi Udara di China pada Januari dan Februari. (Nasa Handout/EPA)

"Ini adalah pertama kalinya saya melihat penurunan dramatis di area seluas itu untuk hal tertentu," ujar Fei Liu, peneliti kualitas udara di Pusat Penerbangan Luar Angkasa NASA, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Selasa (3/3/2020).

Lebih lanjut, Liu mengatakan bahwa penurunan kadar polusi udara di Cina juga pernah terjadi selama Olimpiade 2008 lalu. Namun bedanya dengan yang terjadi sekarang, ketika itu tingkat polusinya naik lagi setelah pesta olahraga terbesar di dunia itu berakhir.

Di sisi lain, penurunan level NO2 ini juga bertepatan dengan perayaan Imlek, mengingat mayoritas warga di sana menghabiskan waktu liburan dengan mudik. Begitu pun bisnis dan pabrik umumnya tutup ketika perayaan tahun baru Cina tiba.

"Tahun ini tingkat pengurangan lebih signifikan daripada tahun-tahun sebelumnya dan itu telah berlangsung lebih lama. Saya tidak terkejut karena banyak kota di seluruh negeri telah mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan penyebaran virus," kata Liu.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers