web analytics
  

KCIC Ingkar Janji, Belum Bayar Kompensasi Korban Banjir

Senin, 2 Maret 2020 20:27 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Bandung, KCIC Ingkar Janji, Belum Bayar Kompensasi Korban Banjir, KCIC, Banjir,

Korban banjir akibat proyek KCIC. (Ayobandung.com/Tri Junari)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Warga korban banjir di Kampung Lebaksari RT 01 RW 02, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum mendapat kompensasi yang dijanjikan PT. Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Seperti diketahui, bencana banjir yang terjadi pada Selasa (31/12/2019) sore itu diakibatkan tersumbatnya saluran air warga oleh sampah dan material tanah dari pembangunan bored file atau tiang rek kereta di kawasan tersebut. 

Saat kejadian banjir itu tercatat rumah 85 kepala keluarga terdiri dengan 367 jiwa terendam banjir. Seluruh barang berharga dan perabotan didalam rumah rusak terendam air setinggi 2 meter.

AYO BACA : Aa Umbara Tuding KCIC Biang Kerok Banjir di Underpass Padalarang

Yudi (65) salah seorang korban mengatakan, PT KCIC berjanji kepada korban bakal memberi kompensasi, janji itu tertuang dalam dalam surat kesepakatan bersama antara pemerintah desa Mekarsari dengan PT KCIC dan PT Crec, selaku pelaksana teknis proyek kereta cepat, tanggal 6 Juni 2019. 

"Poin ketiga, tercantum bahwa jika selama pelaksanaan proyek terjadi banjir, maka pihak pelaksana proyek akan bertanggungjawab dengan memberikan kompensasi," ujar dia saat ditemui ayobandung.com, Senin (2/3/2020).

Saat banjir merendam rumah Yudi, barang-barang berharga miliknya ikut tergenang. Bahkan, barang dagangan di warungnya ikut rusak tak bisa dijual.

AYO BACA : Warga Bandung Barat Bersyukur Proyek KCIC Dihentikan

"Atas dasar itu, warga meminta KCIC melaksanakan kesepakatan mengingat surat dibuat jauh sebelum kejadian banjir terjadi," katanya.

Ketua RT 01 RW 02, Kampung Lebaksari, Desa Mekarsari, Hikmat mengatakan, mayoritas warga terdampak banjir adalah pedagang. Otomatis, banjir mengakibatkan mata pencaharian sejumlah warga hilang. 

Satu-satunya harapan warga adalah konpensasi yang dijanjikan PT KCIC. Karena hal itu bisa membantu warga memulai kembali usahanya. 

"Modal habis, sumber kehidupan saya kan dari situ. Mohon segera diberi konpensasi, dengan itu kita bisa memulai lagi usaha," jelas Hikmat. 

Sebelumnya, Dirut PT Kereta Cepat Indonesia-Cina (KCIC), Chandra Dwiputra telah meninjau lokasi banjir, Kamis (2/1/2019). Dalam kesempatan itu ia berjanji bakal memberikan kompensasi kepada masyarakat terdampak. Untuk hal itu, ia akan berkoordinasi dengan pemerintahan setempat.

“Untuk kompensasi, saat ini kita intensif berkoordinasi dengan Kepala Desa,” katanya.

AYO BACA : Selain Banjir dan Macet, Ini Penyebab Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dihentikan

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers