web analytics
  

Kerawanan Pilkada Kabupaten Bandung Tinggi

Senin, 2 Maret 2020 20:13 WIB Mildan Abdalloh

Ilustrasi Pilkada Serentak 2020. (Ayobandung.com/M. Irfan Abiyyudistira)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Kabupaten Bandung masuk dalam kategori daerah dengan kerawanan tinggi. Hal tersebut berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang disusun berdasarkan data lapangan pada pemilu 2019 dan Pilgub 2018. IKP menjadi acuan kerawanan pada Pilkada 2020.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kabupaten Bandung Hedi Ardia menjelaskan, terdapat 4 dimensi yang dipotret IKP 2020, yakni konteks sosial politik, penyelenggaraan Pemilu bebas dan adil, kontestasi dan partisipasi politik.

"Partisipasi politik sebesar 66,97 poin, penyelenggaraan Pemilu bebas dan adil sebesar 64,43 poin, konteks sosial politik sebesar 63,88 poin dan kontestasi skornya 42,83 poin," tutur Hedi dalam konferensi pers di Kantor Bawaslu, Senin (2/3/2020).

AYO BACA : Pilkada Serentak Jawa Barat Rawan Sengketa

Untuk partisipasi politik, sub dimensinya terdiri dari partisipasi pemilih, partisipasi partai politik dan partisipasi publik. Sedangkan, untuk dimensi penyelenggaraan Pemilu bebas dan adil terdiri dari hak pilih, pelaksanaan kampanye, pelaksanaan pemungutan suara dan ajudikasi keberatan pemilu serta pengawasan pemilu.

Adapun dimensi konteks sosial politik terdiri dari keamanan, otoritas penyelenggara Pemilu, penyelenggara negara dan relasi kuasa di tingkat lokal. Untuk kontestasi terdiri dari hak politik, proses pencalonan dan kampanye calon.

Secara nasional Kabupaten Bandung menempati posisi ke-34, sementara di 8 Kota Kabupaten Jawa Barat yang menggelar Pilkada serentak, kerawanan Kabupaten Bandung berada di urutan ke-4.

AYO BACA : Polda Jabar Petakan Kerawanan Pilkada Serentak 2020

IKP bertujuan untuk menyediakan data, analisis dan rekomendasi bagi jajaran pengawas Pemilu sebagai bahan perumusan kebijakan, penyusunan program dan strategi dalam konteks pengawasan serta pencegahan pelanggaran pemilu.

“Selain itu, IKP ini juga bisa menjadi pertimbangan instansi lainnya guna menyiapkan langkah antisipatif atas potensi kerawanan Pilkada serentak 2020,” ujarnya.

Melalui pendekatan preventif ini, IKP akan menjadi instrumen deteksi dini potensi kerawanan di Indonesia yang hendak melangsungkan Pilkada 2020. Diharapkan, sehagal potensi kerawanan bisa diantisipasi, diminimalkan, dan tercegah.

Analisis IKP Pilkada 2020 dihitung dengan menggungakan pendekatan kuantitatif secara menyeluruh berdasar data yang diperoleh di lapangan. Konsep yang digunakan adalah data driven hasil indeks sangat ditentukan oleh data yang ada lapangan bukan berdasar persepsi enumerator (narasumber).

Formulasi perhitungan bobot dihitung secara hierarki dengan kerangka CFA (Conformatory Factor Analysis) yang biasa digunakan untuk mengalisis variabel undimensional dari suatu variabel konstruk pada analisis Structural Equation Modeling (SEM).

AYO BACA : Selain Gun Gun Gunawan, PKS Ternyata Usulkan Netty Heryawan Sebagai Balon Bupati Bandung

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers