web analytics
  

Langka, Warga Bekasi Terpaksa Beli Masker Rp300 Ribu di Toko Online

Senin, 2 Maret 2020 17:27 WIB Firda Puri Agustine
Umum - Regional, Langka, Warga Bekasi Terpaksa Beli Masker Rp300 Ribu di Toko Online, masker langka, masker kesehatan, harga masker online, masker di bekasi, harga masker, virus corona, virus corona depok, virus corona indonesia,

Penjual melayani pembeli di salah satu apotek di Jalan Cikutra, Kota Bandung, Rabu (5/2/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BEKASI TIMUR, AYOBANDUNG.COM – Masker kesehatan sudah langka di Bekasi jauh sebelum Presiden Joko Widodo mengonfirmasi WNI positif virus Corona, Senin (2/3/2020) pagi.

Selain masker, gel antispetik pencuci tangan atau hand sanitizer tak lagi ditemui di sejumlah minimarket dan supermarket di kawasan Bekasi Timur dan Bekasi Utara.

Seorang warga Bekasi Permai, Bekasi Timur, Lastri, mengaku dirinya sangat susah mencari masker di toko yang ada di Bekasi. Alhasil, dia membelinya dari toko online dengan harga 10 kali lipat lebih mahal.

AYO BACA : 238 WNI dari Wuhan Tak Dites Virus Corona, Alatnya Mahal

“Harga masker sekarang sudah Rp200–Rp300 ribuan. Tapi, ya mau enggak mau beli,” katanya kepada Ayobekasi.net.

Ketersediaan masker di beberapa platfom online diketahui masih ada, namun dengan jumlah terbatas dan harga sangat tinggi. Bahkan, ada yang mencapai jutaan rupiah.

Kondisi yang sama terjadi pada produk hand sanitizer. Jika biasanya harga hand sanitizer di bawah Rp15.000, saat ini sudah melonjak 2 hingga 3 kali lipat.

AYO BACA : Waspada Corona, Kenali Perbedaan Masker N95 dan Masker Bedah

“Tadi saya cari di supermarket stoknya kosong,” ujar Dian, warga Bekasi Timur.

Salah seorang staf supermarket, Hani, mengatakan, stok masker dan hand sanitizer sudah kosong sejak 2 pekan lalu. Saat ini pihak distributor mengakui kewalahan akibat lonjakan permintaan dan produksi akibat wabah virus Corona tersebut.

“Dari kami sudah request ke supplier, tapi memang belum tersedia karena lagi diproduksi. Mudah-mudahan segera terisi lagi (stoknya),” katanya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo mengonfirmasi temuan dua WNI positif virus Corona tadi pagi. Kedua pasien asal Depok tersebut merupakan ibu dan anak berusia masing-masing 64 tahun dan 31 tahun yang sempat kontak dengan WN Jepang, yang juga terinfeksi virus Corona.

Selang beberapa jam kemudian, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menetapkan Jawa Barat siaga 1 dan meminta masyarakat menjaga daya tahan serta kebersihan diri serta lingkungan. Tetap waspada, namun jangan panik berlebihan.

AYO BACA : Dokter Ungkap Cara Mencegah Tertular Virus Corona

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers