web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Usai Corona, Pemerintah Tak Akan Batasi Kegiatan di Depok

Senin, 2 Maret 2020 15:30 WIB

Presiden Jokowi (suara.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah tak akan membatasi kegiatan masyarakat di Depok, Jawa Barat, menyusul terdeteksinya virus corona dari daerah ini. Dua warga yang telah positif terinfeksi virus corona inipun telah dirawat di ruang isolasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof dr Sulianti Saroso Jakarta selama 14 hari.

"Tidak ada pemberhentian kegiatan yang melibatkan banyak orang, tidak ya, tidak ada lah," ujar Terawan di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (2/3).

Meskipun virus yang belum ditemukan vaksinnya ini sudah terdeteksi di Indonesia, namun ia menilai daerah Depok tak perlu ditutup. "Tidak ada kita rasional saja kalau kita sudah dekat, memang seluruh Indonesia harus ditutup? Ya tidak lah ya tidak lah emang kamu yang mau menutup kan tidak ada," ucapnya.

AYO BACA : Ini Imbauan Jokowi Setelah 2 Warga Depok Positif Virus Corona

Terawan yakin, virus corona di Indonesia dapat ditangani. Menurutnya, virus corona bukanlah penyakit yang sangat menakutkan. Yang terpenting, kata dia, masyarakat harus menjaga kesehatan dan kebersihan.

"Kamu lihatlah Menkes confident banget kok. Ini yang dihadapi corona, bukan barang yang menakutkan luar biasa. Yang menakutkan itu beritanya. Ini positif saja batuk-batuk biasa," jelas dia.

Terawan juga mengatakan, rumah kedua pasien positif corona di Depok pun juga telah diisolasi oleh Dinas Kesehatan Pemkot Depok, Jawa Barat. "Artinya Dinkes melakukan penjelasan, kemudian juga ini. Supaya juga ndak stres. Supaya imunitas tubuhnya juga baik," ujar dia.

AYO BACA : Ini 100 Rumah Sakit Rujukan Virus Corona di Indonesia, 7 Ada di Jabar

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers