web analytics
  

Meski Resmi Dihentikan, Proyek KCIC Terpantau Masih Berjalan

Senin, 2 Maret 2020 12:41 WIB
Bandung Raya - Cimahi, Meski Resmi Dihentikan, Proyek KCIC Terpantau Masih Berjalan, KCIC, KCIC dihentikan, berita cimahi, cimahi hari ini, ayobandung

Pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) di Tegalluar, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Selasa (26/11/2019). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Meski telah ada instruksi dari Kementrian PUPR untuk menghentikan sementara waktu pekerjaan terhadap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, hingga saat ini proyek tersebut masih berjalan. KemenPUPR diketahui telah melayangkan surat kepada PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Suara.com mendatangi salah satu proyek Kereta Cepat Indonesia China, di Jalan buangan Tol Baros, Kota Cimahi, Senin (2/3/2020). Lokasi itu merupakan tempat pembuatan tiang bawah dan beberapa logistik untuk keperluan KCIC. Dari pantauan di sana, beberapa kegiatan proyek masih berlangsung.

Lalu lalang, kendaraan besar seperti truk molen yang membawa adukan semen, serta truk bak besar membawa material, keluar masuk dari proyek tersebut. "Ini kita kirim untuk ke KM 39 dan berapa yah, untuk tiangnya," kata seorang petugas keamanan, yang enggan disebutkan namanya.

AYO BACA : Warga Bandung Barat Bersyukur Proyek KCIC Dihentikan

Ia mengatakan, belum ada kabar terkait soal pemberhentian proyek kereta cepat. Sampai dengan saat ini, proyek itu masih terus berjalan.

"Belum ada (surat pemberitahuan). Masih banyak yang kerja, termasuk pekerja yang dari Cina," ucap dia.

Seperti diketahui, Kementrian PUPR melayangkan surat kepada PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) untuk menghentikan sementara waktu pekerjaan terhadap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

AYO BACA : Selain Banjir dan Macet, Ini Penyebab Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dihentikan

Terdapat enam poin dalam surat yang jadi pertimbangan penghentian proyek. Antara lain, pembangunan proyek kurang memperhatikan kelancaran akses keluar masuk jalan tol sehingga berdampak terhadap kelancaran jalan tol dan non tol.

Kedua, pembangunan proyek kurang memperhatikan manajemen proyek sehingga terjadi pembiaran penumpukan materian di bahu jalan. Akibatnya mengganggu fungsi drainase, kebersihan jalan, dan keselamatan pengguna.

Ketiga, pengelolaan proyek menimbulkan genangan air pada Tol Jakarta-Cikampek yang menyebabkan kemacetan luar biasa pada ruas jalan tol dan mengganggu kelancaran distribusi logistik.

Selanjutnya, pengelolaan sistem drainase yang buruk dan keterlambatannya pembangunan saluran drainase sesuai kapasitas yang telah terputus oleh kegiatan proyek menyebabkan banjir di tol.

Lalu, adanya pembangunan pilar LRT yang dikerjakan oleh PT KCIC di KM 3+800 tanpa izin, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Terakhir, pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), keselamatan lingkungan, dan keselamatan publik belum memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia.

Kementerian PUPR mengintruksikan agar kegiatan pembangunan kereta cepat yang dikerjakan Sinohydro diberhentikan selama 2 pekan sejak tanggal 2 Maret 2020. Lalu, disebutkan bahwa pekerjaan dapat dilanjutkan setelah dilakukan evaluasi menyeluruh atas masalah pengelolaan pelaksanaan konstruksi yang sepenuhnya mengikuti peraturan Menteri PUPR.

AYO BACA : Tol Japek dan Purbaleunyi Terdampak Proyek KCIC, Pekerjaan Dihentikan Sementara

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers