web analytics
  

Warga Bandung Barat Bersyukur Proyek KCIC Dihentikan

Senin, 2 Maret 2020 04:17 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Bandung, Warga Bandung Barat Bersyukur Proyek KCIC Dihentikan, Proyek Kereta Cepat Dihentikan,

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Ayobandung.com/Tri Junari)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghentikan sementara pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) terhitung mulai Senin (2/3/2020). 

Ghoir (35), Warga Kampung Lebaksari, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang jadi korban banjir bandang akibat pengerjaan mega proyek tersebut mengaku bersyukur proyek dihentikan.

Saat malam pergantian tahun baru 2020 lalu, rumahnya diterjang banjir setinggi 1,5 meter. Penyebab banjir terparah selama 10 tahun terakhir. Ia sendiri sudah menempati rumah di kampung tersebut sejak tahun 1990-an. 

"Alhamdulillah kalau memang dihentikan, kalau bisa tidak perlu diteruskan. Kemarin saya jadi kebanjiran, karena pembangunan kereta cepat ini asal-asalan. Ada gorong-gorong malah tertutup tanah dari urugan proyek," ujar Ghoir saat ditemui di kediamannya, Minggu (1/3/2020). 

Tak hanya banjir, proyek itu juga mengebabkan wilayah tempat tinggalnya menjadi berdebu, berisik, dan tidak ramah lingkungan, terutama bagi anak-anak. 

"Ini kan tanahnya basah, kalau kering itu debunya sangat mengganggu. Pasti lah kalau masuk ke dalam rumah, tapi yang lebih berbahaya untuk pernafasan. Kalau sedang ada pengerjaan juga jadi berisik," bebernya. 

AYO BACA : Selain Banjir dan Macet, Ini Penyebab Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dihentikan

Berdasarkan pantauan di proyek kereta cepat di Kampung Lebaksari, alat berat untuk pengerjaan proyek masih ada yang beroperasi. 

Deni (38) warga lainnya menilai hal sama, selama ini proyek lebih banyak merugikan masyarakat ketimbang memberi manfaat. 

Lingkungan sekitar pengerjaan tiang dan terowongan hanya mendapat debu saat kemarau dan banjir saat musim hujan.

"Bagi saya orang Bandung Barat Kereta ini enggak ada mamfaatnya, enggak ada juga masih ada bus dan kereta biasa. Lagian ongkosnya juga pasti mahal, rakyat kecil seperti kita enggak akan kebeli,"cetusnya.

Pantauan di tunnel 10 Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, KBB, tak terlihat ada pengerjaan atau pekerja yang mondar-mandir. Petugas keamanan yang ada di area proyek pun enggan memberikan jawaban. 

"Kurang tahu, saya hanya jaga," katanya.

AYO BACA : Tol Japek dan Purbaleunyi Terdampak Proyek KCIC, Pekerjaan Dihentikan Sementara

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers