web analytics
  

238 WNI dari Wuhan Tak Dites Virus Corona, Alatnya Mahal

Minggu, 1 Maret 2020 16:41 WIB
Umum - Internasional, 238 WNI dari Wuhan Tak Dites Virus Corona, Alatnya Mahal, Virus Corona, COVID-19, WNI dari WUhan,

Ilustrasi virus Corona (Coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Indonesia telah berhasil mengevakuasi 238 mahasiswa Indonesia dari Wuhan, China dari pusat penyebaran tiba di Indonesia. Namun mereka dipulangkan ke rumah masing-masing tanpa menjalani pemeriksaan virus corona. Alasannya alat tes yang mahal.

Dialihbahasakan dari The Economist, Minggu (1/3/2020), para WNI yang telah dievakuasi dari Wuhan menjalani karantina di Natuna selama dua pekan. Selama itu pula mereka tidak dites virus corona.

Kementerian Kesehatan berdalih pengujian tidak dilakukan lantaran harga alat pengujian yang mahal. Untuk reagen ditaksir dengan harga kisaran Rp1 miliar.

Alasan lainnya pengujian tidak dilakukan lantaran para WNI dinilai dalam kondisi sehat. Sehigga, menurut SOP yang ada tidak perlu dilakukan pemeriksaan virus corona.

Diektur Biologi Molekuler Eijkman Institut Amin Soebandrio menyatakan, Indonesia mampu mendeteksi siapapun yang terinfeksi virus mematikan tersebut.

Namun, tak adanya satupun laporan kasus virus corona di Indonesia membuat dunia bertanya-tanya. Pasalnya, Indonesia merupakan negara berpenghuni 267 juta jiwa dengan angka kunjungan wisatawan asal China sebanyak dua juta orang sepanjang tahun.

AYO BACA : 243 WNI Dievakuasi dari Wuhan Sabtu Siang Menggunakan Batik Air

Profesor epidemiologi asal Universitas Harvard Marc Lipsitch menduga ada lebih banyak kasus infeksi virus corona daripada yang telah dilaporkan. Ia meminta agar negara yang dilalui wisatawan asal China meningkatkan kewaspadaan.

"Setiap negara yang melakukan perjalanan bolak balik China dan belum menemukan kasus harus menjadi perhatian," katanya.

PM Australia Meragukan Kemampuan Pengujian Indonesia

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mempertanyakan klaim mengenai virus corona (Covid-19) yang sampai sekarang belum terindentifikasi di Indonesia. Morrison mengisyaratkan keraguan atas klaim tersebut.

Keraguan Morrison disampaikan ketika dirinya menjadi narasumber dalam sebuah wawancara salah satu stasiun radio Australia, 3AW belum lama ini.

Morisson mengatakan, klaim Indonesia soal belum adanya warga yang terinfeksi virus corona merupakan "bentuk dari kemampuan mereka untuk menguji".

AYO BACA : Terancam Corona, Warga Tasikmalaya Ini Masih Ingin Kembali ke Wuhan

"Indonesia adalah negara yang sangat besar dengan banyak pulau dan akan sangat sulit untuk memberikan jaminan absolut tentang angka-angka tersebut," ungkapnya seperti disadur dari MSN.

"Saya tidak bermaksud (bertindak tidak sopan), Indonesia memiliki sistem kesehatan yang berbeda," katanya.

WHO: Jangan Sampai Ada Negara yang Merasa Aman dari Corona, Bahaya!

WHO memeringatkan kepada negara-negara anggotanya untuk bersiap akan kemungkinan munculnya virus corona covid-19. Hal ini terkait semakin banyaknya negara yang melaporkan kasus pertama virus corona yang terjadi.

"Setiap negara harus siap untuk kasus pertamanya," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa. "Seharusnya tidak ada negara yang berasumsi tidak akan mendapatkan kasus (corona). Itu bisa menjadi kesalahan fatal, virus ini tidak mengenal perbatasan."

Tedros mengatakan kekhawatiran terbesar sekarang adalah apa yang terjadi di luar China, di mana Brasil, Georgia, Yunani, Makedonia Utara, Norwegia, Pakistan dan Rumania mulai melaporkan kasus virus corona pertama mereka. Pada hari Rabu (25/2/2020), para pejabat WHO mengatakan jumlah kasus COVID-19 baru di luar China melebihi yang ada di dalam negeri untuk pertama kalinya.

"Peningkatan kasus yang tiba-tiba di Italia, Republik Islam Iran dan Republik Korea sangat memprihatinkan," kata Tedros saat itu. "Dengan langkah-langkah yang tepat, ini dapat diatasi," katanya.

Tedros menambahkan, bahwa negara-negara harus mulai memikirkan unit isolasi yang tepat, pasokan medis, dan peralatan vital lainnya.

AYO BACA : Sepulang Karantina, Mahasiswa dari Wuhan Masih Dipantau Dinkes Bogor

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Arab Saudi Akan Gelar Ibadah Haji 2021

Internasional Senin, 10 Mei 2021 | 10:02 WIB

Kerajaan Arab Saudi akan kembali membuka ibadah haji pada 2021.

Umum - Internasional, Arab Saudi Akan Gelar Ibadah Haji 2021 , Haji dibuka,Pembukaan haji 2021,haji 2021,haji,Arab Saudi,COVID-19

Meski Ramadan, Israel Serang Palestina di Masjid Al-Aqsa

Internasional Senin, 10 Mei 2021 | 09:58 WIB

Sejauh ini, insiden yang berlanjut hingga Minggu (9 Mei 2021) pagi itu telah menyebabkan sekitar 300 warga Palestina ter...

Umum - Internasional, Meski Ramadan, Israel Serang Palestina di Masjid Al-Aqsa, Masjid Al-Aqsa,Israel,Palestina,Ramadan,Israel Serang Palestina,Aksi penyerbuan polisi Israel,jemaah Masjid Al-Aqsa

Tiga Bulan Lagi, Kematian Covid-19 di India Bisa Tembus 1 Juta Korban

Internasional Senin, 10 Mei 2021 | 09:33 WIB

Kematian akibat Covid-19 di India berpotensi mencapai satu juta jiwa pada 1 Agustus mendatang.

Umum - Internasional, Tiga Bulan Lagi, Kematian Covid-19 di India Bisa Tembus 1 Juta Korban, tsunami Covid-19,India,Pandemi Covid-19,Kematian Covid-19

Suruh Muslimah Lepas Hijab, Perusahaan Ini Disidang

Internasional Sabtu, 8 Mei 2021 | 08:49 WIB

Hal tersebut terjadi di Perusahaan Transportasi Antarkomune Brussel (STIB-MIVB).

Umum - Internasional, Suruh Muslimah Lepas Hijab, Perusahaan Ini Disidang, Hijab,Diskriminasi,diskriminasi hijab,Islamophobia,islamofobia

Duh! Dana Covid-19 Malah Dipakai Bangun Patung Cumi Cumi

Internasional Jumat, 7 Mei 2021 | 12:18 WIB

Sebuah kota pesisir di bagian barat Jepang bernama Noto, menggunakan sebagian dana bantuan Covid-19 untuk membangun patu...

Umum - Internasional, Duh! Dana Covid-19 Malah Dipakai Bangun Patung Cumi Cumi, Patung Cumi-cumi,patung cumi cumi,patung cumi cumi di Jepang,Dana Covid-19,Dana Covid-19 Patung Cumi cumi

7.500 Pengeras Suara Canggih Dipasang di Masjidil Haram

Internasional Jumat, 7 Mei 2021 | 12:09 WIB

Masjidil Haram sekarang dilengkapi dengan 7.500 pengeras suara yang tersebar di seluruh area masjid, seperti lantai, alu...

Umum - Internasional,  7.500 Pengeras Suara Canggih Dipasang di Masjidil Haram, Masjidil Haram,Pengeras Suara,Pengeras suara masjidil haram,berita Masjidil Haram

Planet Ini Kumpulkan Gas dan Debu untuk Perberat Massa

Internasional Jumat, 7 Mei 2021 | 12:04 WIB

Teleskop Luar Angkasa Hubble mengamati kejadian unik dari eksoplanet bernama PDS 70b yang sedang mengumpulkan massa di...

Umum - Internasional, Planet Ini Kumpulkan Gas dan Debu untuk Perberat Massa, Eksoplanet,teleskop hubble,eksoplanet PDS 70b,PDS 70b,Nasa

Belum Ada Instruksi Resmi tentang Haji 2021

Internasional Jumat, 7 Mei 2021 | 11:56 WIB

Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi menegaskan belum mengeluarkan instruksi resmi terkait pelaksanaan ibadah haji 2021...

Umum - Internasional, Belum Ada Instruksi Resmi tentang Haji 2021, Jamaah haji 2021,haji 2021,Kerajaan Arab Saudi,Arab Saudi,Ketentuan resmi haji 2021

artikel terkait

dewanpers