web analytics
  

Saatnya Produk Lokal Naik Kelas, Niion Pasarkan Tas Premium

Sabtu, 29 Februari 2020 13:40 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bisnis - Finansial, Saatnya Produk Lokal Naik Kelas, Niion Pasarkan Tas Premium, niion bandung, brand lokal bandung,

Salah satu produk brand lokal Niion dipamerkan. (Ayobandung.com/Eneng Reni)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Jika kamu beranggapan produk lokal identik dengan harga murah, tidak selalu demikian. Pasalnya, Niion selaku pelaku industri kreatif dalam ranah brand lokal ingin memberi edukasi bahwa brand lokal bisa memiliki value tinggi dalam segi harga sehingga mampu merajai pasar lokal maupun internasional.

Buktinya, brand tas lokal asal Bandung yang mulai digandrungi millennial ini tengah merambah pasar anyar dengan meluncurkan tas untuk segmen premium bernama Sterling Bag. Sebelumnya Niion telah menerbitkan lima article untuk segmen Sterling.

Founder Niion, Adit Yara mengatakan sejak dilahirkannya, Niion telah memiliki tiga segmen harga pasaran yang dinamai Basic (Rp100.000-200.000), Urban (Rp200.000-500.000), dan yang teranyar Sterling (Rp350.000 sampai tak terbatas).

Adit mengatakan, pengenalan Sterling bukan tanpa tujuan. Niion ingin menunjukkan merek lokal hasil anak bangsa mampu bersaing dengan produk-produk asing. Dengan catatan tentunya memiliki pilihan dan kualitas prestise.

"Sterling ini adalah segmen yang premium dari Niion dengan catatan kita harus full feel. Kalau soal kualitas bahan Sterling ini lebih baik. Sebenarnya ada beberapa pengembangkan koleksi sebelumnya tapi kita renew. Rangenya juga mulai Rp350.000 sampai unlimited," katanya dalam peluncuran.

Meski dibanderol dengan harga di luar rata-rata brand lokal, Adit mengaku tak gentar pasalnya dia mengatakan kualitas yang akan diberikan tak kalah ciamik. Sterling pun baru akan diperkenalkan secara resmi pada akhir Maret di Jakarta Sneakres Day 2020.

"Dari resleting kita pakai yang anti air, bahan full polyesters. Kalau dari material kita improve karena dari segmen kita maunya juga kesana. Intinya kami konsern bahwa produk lokal pun dengan kualitas, desain, branding, dan creating value, kita bisa mahal kok. Dengan catatan kita creating value, bukan lagi adding value," katanya.

Karenanya dengan kehadiran Sterling ini, Adit berharap pasar lokal mengerti untuk membeli produk bukan karena harganya yang mahal, tapi karena merek. Begitu juga dengan misi Niion yang sudah populer dan menjadi jadi diri pelaku fesyen dalam bergaya.

"Kita mau pasar, mau beli bukan dari harganya lagi tapi Niion sendiri, jadi Niion ingin punya mazhab itu, sama sama seperti brand-brand internasional lain yang punya mazhab bagi para penggemarnya masing-masing," katanya.

Sementara itu, desainer sekaligus Co-Founder Niion Rangga Yuzar menyampaikan, masih bertema See Trough, konsep design Sterling ini masih menantang keberanian para pemakainya. Sterling ini dikenalkan sebagai tas dengan tema berwarna perak yang berpendar saat terkena cahaya laiknya hologram.

"Kalau dari segi desain, ini diperuntukan untuk orang-orang yang dia lebih berani lagi, lebih mature lagi. Kalau kita perhatiin orang yang udah makai sterling ini, dia punya gaya tersendiri dia percaya diri dengan dirinya sendiri," katanya.

Tema produk yang digaungkan Niion pada 2019 lalu, See Through memang merupakan konsep tas yang berhasil mencuri perhatian yang dibuat agar pemakainya berani unjuk diri. Maka, jangan heran jika material tas tema See Trough dan Sterling tetap dibuat transparan sehingga barang yang dibawa pemakainya dapat dilihat orang lain.

Rangga juga mengatakan, warna perak dalam konsep Stearling ini dikaitkan dengan berbagai hal berbau masa depan. Alhasil, menurut dia, Sterling adalah representasi tentang manusia yang datang dari masa depan.

“Sterling bercerita tentang manusia yang datang dari masa depan. Bentuk fututistik dan matrialnya ini merefleksikan masa depan. Kita bikin penggabungan antara sains dan art. It's all about a future. Sterling ini dibuat untuk jiwa yang berani karkaterisitis sendiri dalam gayanya," katanya.

Rangga juga mengakui, proses kreatif dari pembuatan Sterling menghabiskan waktu sekitar delapan bulan. Durasi itu dihabiskan dengan mencari material, inspirasi, dan mengembangkan produk Sterling hingga akhirnya berhasil dirilis. Produk Sterling sendiri sempat dibawa ke pameran produk fesyen di Amerika Serikat pada Agustus 2019, bernama Agenda Show Las Vegas.

Di momen itu, mereka sebenarnya berencana memamerkan produk bertema See Trough dan hanya iseng memajang beberapa produk Sterling. Namun ternyata beberapa pengunjung justru kepincut dengan Sterling yang bukan dagangan utama dan masih berbentuk prototype.

"Sebenernya material ini udah ketemu duluan. Akhirnya kita cari-cari inspirasi dapat isnpirasi di Jepang yang pakai material yang sama dam digabungin dengan material lokal. Dan saat di Agenda Sterling ini hanya raw prototype. Dari aitu kita yakin projek inni harus diterusin sampai sekarang," ujarnya.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers