web analytics
  

Ayo Media Network Berlatih Penulisan Data Bersama BPS Jabar

Jumat, 28 Februari 2020 22:31 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Ayo Media Network Berlatih Penulisan Data Bersama BPS Jabar, bps jabar, penulisan data bps, ayo media network,

Perusahaan media digital PT Ayo Media Network menggelar pelatihan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Jumat (28/2/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Perusahaan media digital PT Ayo Media Network menggelar pelatihan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Jumat (28/2/2020).

Pelatihan yang diikuti oleh belasan karyawan Divisi Redaksi PT Ayo Media Network tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dalam menulis berita berbasiskan data statistik dalam berbagai bidang, terutama ekonomi.

Kepala Bidang Nerwilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Asep Riyadi mengapresiasi hal tersebut. Dia mengatakan, pelatihan menulis berita berbasiskan data sangat diperlukan untuk menyebarluaskan data statistik dengan format yang mudah dipahami publik.

AYO BACA : Yuk Gabung! Ayo Media Network Buka 3 Kesempatan Berkarier

"Sangat jarang komunitas jurnalis mengadakan forum seperti ini. Kami di BPS juga kerap memberi materi bagi jurnalis agar dapat memahami statistik dan mengolahnya jadi bahasa yang bisa dipahami publik," ungkapnya.

Dia mengatakan, BPS merupakan 'gudang' data yang informasinya dapat dimanfaatkan untuk keperluan apapun yang lebih luas. Sehingga, dia mengatakan, kemampuan jurnalis dalam menulis dan menentukan angle pemberitaan sangat menentukan kualitas informasi yang akan diterima publik.

"BPS itu warehouse-nya data. Data seperti apapun dapat diolah dan dimanfaatkan baik oleh pemerintah ataupun lembaga lain. Angle apapun bisa digunakan untuk membingkai data statistik," jelasnya.

AYO BACA : Gandeng LPS, Ayo Media Network Bahas Keuangan Milenial di Era Digital

Namun, dia mengatakan, terdapat hal-hal yang harus senantiasa menjadi acuan dalam penyampaian data statistik, di antaranya tujuan penelitian hingga margin error-nya.

"Apapun angle yang digunakan, jangan keluar dari tujuan penelitian, data coverage dan margin error-nya. Hal tersebut harus tetap menjadi acuan," ungkapnya.

Dia juga menyebutkan, pihak yang memanfaatkan data, termasuk jurnalis harus dapat memilah data mana yang bermanfaat dan bernilai statistik.

"Harus dilihat dulu bermanfaat atau tidak, dari objek (data) ini, hal mana yang akan dimunculkan ke publik. Bila ingin menjadi informasi yang menarik, data harus diperbandingkan dengan data sebelumnya," ungkapnya.

Selain teknis membaca dan memahami data statistik, dalam kesempatan tersebut pihak BPS juga memberi penjelasan seputar topik perkembangan ekonomi Jawa Barat di tingkat makro. Hal-hal yang mempengaruhi inflasi serta bagaimana BPS mengolah dan menyajikan data inflasi setiap bulannya juga turut disampaikan.

AYO BACA : Podomoro Park Bandung Kunjungi Ayo Media Network, Ini yang Dibahas

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers