web analytics
  

Umrah Dihentikan, 1.685 Jemaah Indonesia Tertahan di Negara Ketiga

Jumat, 28 Februari 2020 14:56 WIB Fira Nursyabani

Rapat koordinasi Kemenag terkait penangguhan umrah oleh Arab Saudi, Jumat (28/2/2020). (dok. Sapuhi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 1.685 jemaah umrah tertahan di negara ketiga saat transit menuju Arab Saudi, setelah negara itu mengumumkan penangguhan sementara umrah dari seluruh negara. Para jemaah itu saat ini sedang dalam proses pemulangan kembali ke tanah air.

"Situasi penghentian sementara yang sangat mendadak ini adalah KEADAAN KAHAR (force majeur), maka telah disikapi secara khusus oleh semua pihak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Kementerian Agama (Kemenag) dalam pernyataan resminya yang diterima Ayobandung.com, Jumat (28/2/2020).

Saat penghentian itu diumumkan pada Kamis (27/2/2020) kemarin, sebanyak 2,393 jemaah yang berasal dari 75 Penyelenggara Perjalanan Ibadah umrah (PPIU), dipastikan tidak berangkat. Mereka rencananya akan diangkut oleh 8 maskapai penerbangan.

"Pemerintah Indonesia memahami kebijakan Pemerintah Arab Saudi untuk melakukan penghentian sementara izin masuk guna melaksanakan umrah/ziarah bagi semua negara dengan pertimbangan kesehatan ummat yang lebih besar, terutama para jemaah umrah dan ziarah," tulis pernyataan itu.

Kemenag telah melakukan rapat Koordinasi dengan PPIU, maskapai penerbangan, dan pihak-pihak terkait dalam rangka penanganan jemaah setelah Saudi mengeluarkan kebijakan penghentian sementara umrah.

Menyangkut visa, Pemerintah Indonesia telah meminta Pemerintah Arab Saudi, dalam hal ini Kedutaan Besar Arab Saudi untuk RI, untuk mempertimbangkan agar visa yang sudah dikeluarkan dan tidak dipergunakan dapat diterbitkan ulang. Visa juga diharapkan bisa diperpanjang tanpa ada biaya tambahan kepada jemaah.

"Pemerintah mengimbau seluruh jemaah umrah yang belum berangkat untuk tetap tenang dan mengikuti kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia," tambah pernyataan itu.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers