web analytics
  

Selesai Gelar Preskon Corona, Wamenkes Iran Dinyatakan Positif

Rabu, 26 Februari 2020 14:28 WIB

Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi berkeringat, positif virus corona (BBC.com)

TEHERAN, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Iran, Iraj Harirchi tampak beberapa kali mengusap keringat dan batuk saat konferensi pers. Selang sehari, Harirchi dinyatakan positif virus corona baru (COVID-19).

Padahal, dalam konferensi pers-nya, Harirchi menjelaskan kepada wartawan terkait wabah virus corona di Iran. Disadur dari BBC, Rabu (26/2/2020), Iraj Harirchi telah diperiksa dan positif terkena virus corona.

Selain wamen, pejabat tinggi Iran lainnya juga dinyatakan positif virus yang telah menjangkiti lebih dari 80.000 orang di seluruh dunia itu. Wakil menteri, Iraj Harirchi, pada Senin (24/2/2020) membantah menutupi skala wabah virus corona.

AYO BACA : Korban Tewas Virus Corona Tembus 2.764 Jiwa, 80.997 Terinfeksi

Ketika berbicara di hadapan media, Harirchi tampak tidak sehat. Ia terlihat beberapa kali membasuh keringat di wajahnya dengan tisu. Harirchi juga terlihat beberapa kali batuk dan menutupi mulutnya dengan tangan.

 "Saya mengalami demam sejak tadi malam dan setelah dites, saya positif (virus corona) sekitar tengah malam," ujar Harirchi dalam sebuah video yang dirilis pada Selasa (25/2/2020).

Harirchi mengaku telah mengisolasi diri dan minum obat. Ia optimistis dapat melawan virus tersebut. "Saya sudah mengisolasi diri di suatu tempat, dan sekarang saya mulai minum obat. Kami pasti akan menang melawan virus ini dalam beberapa minggu ke depan," ujar Harirchi.

AYO BACA : Kominfo: 127 Hoaks Virus Corona hingga 25 Februari

 

Iran merupakan salah satu dari tiga negara selain Cina yang dikhawatirkan bisa menjadi pandemi virus tersebut. Pemerintah Iran telah melaporkan 95 kasus. Tetapi jumlah sebenarnya diperkirakan lebih tinggi.

Direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan peningkatan mendadak kasus di negara-negara di luar Cina sangat memprihatinkan.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pada Selasa bahwa Washington khawatir bahwa Iran mungkin telah menyembunyikan rincian penting tentang wabah corona dan mendesak semua negara untuk mengatakan yang sebenarnya tentang virus corona.

Lebih banyak orang meninggal di Iran karena virus daripada di tempat lain di luar Cina. Kedua negara itu diketahui memiliki hubungan perdagangan yang kuat.

Negara-negara lain yang saat ini menjadi sorotan adalah Korea Selatan dan Italia, di mana kasus telah melonjak dalam beberapa hari terakhir.

AYO BACA : Cerita WNI di Kapal Diamond Princess, Masih Bekerja di Tengah Wabah Virus Corona

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers