web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Industri Hotel di Bogor Harus Antisipasi Pemindahan Ibu Kota Negara

Selasa, 25 Februari 2020 10:50 WIB Husnul Khatimah

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. (Ayobogor.com/Husnul)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan industri perhotelan di Bogor perlu mengantisipasi rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan.

AYO BACA : Waspada! Bogor Masih Terancam Cuaca Buruk dan Bencana 5 Hari ke Depan

Menurut Dedie, rencana pemindahan tersebut akan berdampak pada jumlah okupansi pengunjung yang rutin menginap di Bogor. Hal ini diutarakan olehnya dalam acara IHGMA Day dihadapan sejumlah pengelola hotel yang tergabung dalam Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA).

AYO BACA : Hujan Terus Menerus, Bogor Dilanda 2 Bencana Longsor

"Kota Bogor yang secara geografis dekat dengan Jakarta sebagai Ibu Kota negara, banyak mendapat keuntungan secara ekonomi dari Jakarta. Bogor memiliki lebih dari 100 hotel bintang dan melati. Tingkat hunian selalu tinggi, karena banyak kegiatan dari kementerian dan lembaga, maupun kegiatan dari swasta, yang diselenggarakan di Kota Bogor," katanya, Senin (24/2/2020).

Menurut Dedie, jika Ibu Kota negara pindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur, lalu siapa yang akan mengisi kegiatan-kegiatan di hotel berbintang maupun hotel biasa di Bogor. Hal tersebut perlu disikapi oleh industri perhotelan agar jumlah okupansi yang menginap bisa tetap tinggi.

Menurut Dedie agar okupansi tetap tinggi upaya yang dapat dilakukan diantaranya adalah menyiapkan Kota Bogor sebagai wisata mandiri.

"Kota Bogor harus dapat menyiapkan diri sebagai kota wisata yang mandiri sehingga tidak tergantung pada Ibu Kota negara yang akan pindah. Kita mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi dalam menyikapi rencana pemindahan Ibu Kota negara nantinya," ucapnya.

AYO BACA : Pemkab Bogor Bangun Tugu Piala Dunia U-20

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers