web analytics
  

Baru Terpilih, Wabup Tasikmalaya Dikritik karena 'Dosa Masa Lalu'

Senin, 24 Februari 2020 15:54 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Baru Terpilih, Wabup Tasikmalaya Dikritik karena 'Dosa Masa Lalu', pemilihan wakil bupati tasikmalaya, uu ruzhanul ulum, berita tasikmalaya, ayotasikmalaya, tasikmalaya hari ini

Deni Ramdani Sagara saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media setelah terpilih sebagai Wakil Bupati Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Penetapan Deni Ramdani Sagara sebagai wakil Bupati Tasikmalaya melalui rapat paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Senin (24/2/2020) diwarnai kritikan dari berbagai kalangan. Tidak sedikit pula yang menaruh harapan besar terhadap anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya periode 2014-2019 tersebut.

Kritikan datang dari Ketua PK KNPI Kecamatan Sukaraja Faisal Nur Alip Nugraha. Faisal melihat Deni Ramdani Sagara merupakan sosok kontroversial yang diselimuti 'dosa masa lalu'. Salah satunya adalah menelantarkan istri serta tiga anak yang berujung pada jeratan pasal 279 KUH Pidana tentang poligami tanpa adanya izin yang dari istri yang sah.

AYO BACA : Kader PAN Terpilih Jadi Wakil Bupati Tasikmalaya hingga 2021

"Bahkan kasus itu sudah berkekuatan hukum tetap melalui persidangan pada tahun 2015 lalu. Ini jelas melanggar PP nomor 102 tahun 2014 pasal 4 ayat 2 (dua) poin h mengenai syarat diangkatnya wakil bupati. Perbuatan ini sangat merendahkan marwah, harkat dan martabat kaum perempuan dalam nilai-nilai emansipasi wanita." kata Faisal.

Hal senada diungkapkan Ketua PK KNPI Kecamatan Tanjungjaya Ardian Nugraha. Ia menuturkan, Deni Ramdani Sagara tidak ideal bahkan tidak cocok menjadi sosok pengisi jabatan wakil bupati Tasikmalaya karena sudah jelas ada aturan hukum yang dilanggar.

AYO BACA : Relokasi Pasar Singaparna Tasikmalaya Butuhkan Anggaran Rp120 Miliar

"Karena tadi, ada hukum yang dilanggar dan telah berkekuatan hukum tetap. Makanya menurut saya, tidak pantas seorang yang pernah bermasalah hukum menjabat posisi wakil bupati." papar Ardian.

Sementara itu, Alwi Fathoni, tokoh pemuda Kecamatan Singaparna sangat berharap banyak dengan diisinya posisi wakil bupati Tasikmalaya yang sudah lama kosong. Terlepas dari berbagai kontroversinya, Alwi melihat sosok Deni Sagara berpengalamanan dalam dunia politik.

"Kan pernah jadi Anggota DPRD, Jadi pengalamannya di dunia politik sudah ada. Tentu harapan masyarakat dengan diisinya posisi wakil bupati ini mampu membawa perubahan lebih baik untuk Kabupaten Tasikmalaya, " katanya.

Menanggapi kabar tersebut, Deni menuturkan hal yang lumrah jika dalam keputusan politik diwarnai pro kontra. Ia menyikapi pendapat masyarakat sebagai hal biasa.

"Intinya, terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Tentu saja saya akan bekerja dengan sebaik mungkin dan membantu mewujudkan program yang sudah dicanangkan, " kata Deni.

AYO BACA : Ratusan Kendaraan Dinas Pemkot Tasik Tunggak Pajak

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers