web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Dua Calon Kades di Cianjur Ajukan Keberatan Hasil Pemungutan Suara

Senin, 24 Februari 2020 10:11 WIB Muhammad Ikhsan

Pilkades serentak 2020 di Kabupaten Cianjur. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Penyelenggaraan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2020 di Kabupaten Cianjur menyisakan persoalan teknis penyelenggaraan. Tidak sedikit yang mengajukan surat keberatan dan berujung tuntutan diadakan pemungutan suara ulang (PSU) maupun penghitungan ulang.

Di Kecamatan Cibeber, dua calon dari Desa Cipetir dan Desa Sukamanah mengajukan surat penolakan hasil pemungutan suara dengan alasan teknis maupun nonteknis.

Rahmat Prasetia calon nomor urut 1 Pilkades Desa Cipetir secara resmi mengajukan surat keberatan dan penolakan perhitungan suara di TPS 1.

AYO BACA : Warga Antusias Ikut Pilkades di Cianjur

“Saya sebagai warga negara yang baik dan calon kades mengajukan surat resmi keberatan. Diduga ada penghitungan yang salah sehingga menguntungkan calon lain,” kata Rahmat pada Ayobandung.com, Senin (24/2/2020).

Rahmat mengungkapkan, keberatannya adalah perhitungan di TPS 1, jumlah dalam daftar hadir itu 1086, namun hasil penghitungan suara 1100. “Saya menduga ada penggelembungan sebanyak 14 suara,” tegasnya.

Rahmat menuntut ada tindakan dari panitia Pilkades Desa Cipetir untuk mengadakan kembali pemungutan suara ulang di TPS 1.

AYO BACA : Bos WO Highlevel Cianjur Sebut Korban Hanya Puluhan

Ketua Panitia Pilkades Cipetir, Asep mengatakan apabila dalam pelaksanaan pilkades ini para calon menemukan kejanggalan, maka dipersilakan untuk mengajukan keberatan. “Silahkan saja mengajukan keberatan, itu hak para calon,” kata Asep.

Berkenaan dengan kejadian di TPS 1 terkait adanya ketimpangan antara daftar hadir sebanyak 1086 pemilih dengan hasil penghitungan suara akhir 1100 suara, Asep menolak berkomentar.

“Saya belum bisa berkomentar tentang hal itu, kami akan rapat pleno hari ini, sekaligus mengundang panitia TPS 1,” ujarnya.

Sementara Dede Devina calon kades Sukamanah, mengaku belum mengajukan secara resmi karena saat ini ia dan timnya sedang merumuskan pelanggaran dan kejanggalan pelaksanaan pilkades.

“Ada yang kami anggap melanggar dan janggal, saat ini kami akan merumuskan dengan tim. Tapi yang jelas kami akan buat surat keberatan,” singkatnya.

AYO BACA : Herman Suherman Dekat Secara Keluarga dengan TB Mulyana

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers