web analytics
  

BNN Temukan 2 Juta Pil saat Geledah Rumah di Arcamanik

Minggu, 23 Februari 2020 20:07 WIB Faqih Rohman Syafei

BNN saat penggerebekan di Jalan Cingised Komplek Pemda 03/04, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (23/2/2020).(Ayobandung.com/Faqih Rohman)

ARCAMANIK, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak enam orang dan 25 kotak besar berisi narkoba diamankan BNN saat penggerebekan di Jalan Cingised Komplek Pemda 03/04, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (23/2/2020).

Penggerebekan dipimpin langsung Deputy Bidang Pemberantasan Badan Nasional Narkotika (BNN) Irjen Pol Arman Depari sekitar pukul 17.00 WIB terhadap empat rumah yang diduga sebagai pabrik pembuatan narkoba.

Arman mengatakan penggerebekan bermula dari informasi adanya pengiriman pil narkoba dari Kota Bandung ke sejumlah daerah di Indonesia. Setelah didalami, pihaknya mencurigai narkoba tersebut berasal dari rumah yang digerebek.

"Tadi sore anggota gabungan dari BNN, BNNP Jabar, Polda Jabar dan Polrestabes Bandung melakukan penggeledahan dan penggerebakan," ujarnya kepada awak media di lokasi, Minggu (23/2/2020).

Hasilnya, sejumlah orang dan 25 kotak besar berisi sekitar 2 juta pil narkoba diamankan dari lokasi. Selain itu, diamankan juga sejumlah alat produksi dan bahan baku pembuatan pil narkoba.

AYO BACA : Gerebek Rumah di Arcamanik, BNN Amankan Sejumlah Orang

"Setelah pemeriksaan ditemukan ada mesin pencetak pil ada dua yang besar dan alat-alat lainya baik oven, pengering, pengaduk, dan lainnya. Ditemukan bahan baku padat berupa tepung dan cairan," katanya.

Dia menjelaskan barang bukti tersebut diamankan dari empat rumah yang saling terhubung. Keempat rumah tersebut sengaja didesain sedemikian rupa untuk mengelabui petugas.

"Ada empat rumah dicurigai satu dan lain terhubung ini bukan kebetulan untuk mengaburkan jika ada petugas dan juga untuk mudahkan berpindah-pindah jika ada sesuatu kejadian darurat," katanya.

Arman menambahkan, berdasarkan pengakuan tersangka baru lima bulan dijadikan sebagai pabrik pembuatan pil narkoba. Tak hanya itu, dia pun menduga barang haram tidak hanya disimpan di rumah itu.

"Produksi sebelum ini sudah banyak, ini baru lima bulan. Masih ada barang bukti diluar TKP ini, saat ini diupayakan mambawanya untuk digabungkan," ucapnya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers