web analytics
  

Soal Isu Reshuffle, Mahfud MD: Tak Ada Tanda-tanda

Minggu, 23 Februari 2020 15:42 WIB Nur Khansa Ranawati

Menkopolhukam Mahfud MD di Sabuga, Kota Bandung, Minggu (23/2/2020). (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Isu reshuffle kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Joko Widodo-Ma'ruf Amin mencuat bersamaan dengan publikasi hasil survei kepuasan publik atas kinerja para menteri yang dilakukan Indo Barometer belum lama ini.

Berdasarkan survei Indo Barometer, disebutkan menteri dengan kinerja terbaik adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan tingkat kepuasan mencapai 26,8%. Menteri yang kinerjanya dinilai bagus di urutan berikutnya adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani (13,9%), Menteri BUMN Erick Thohir (12,6%), Menkopolhukam Mahfud MD (7,3%), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (5,2%), dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (1,8%).

Hasil survei juga menunjukkan menteri dengan kepuasan kinerja di bawah 1% mendominasi ketimbang mereka yang dinilai berkinerja baik. Survei yang sama juga menyebut 54,4% responden merasa puas terhadap kinerja para menteri kabinet.

Menanggapi hal tersebut, Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan isu tersebut tidak muncul di lingkungan kerja kabinet. Menurut dia, Presiden Jokowi pun tidak pernah menyinggung soal reshuffle tersebut.

"Saya enggak tahu. Kalau di kabinet enggak ada isu reshuffle. Biasanya kalau kayak gitu setelah ada hasil survei masyarakat berspekulasi. Padahal di tingkat presiden sendiri enggak pernah nyinggung reshuffle," ungkapnya ketika ditemui selepas mengisi seminar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Minggu (23/2/2020).

Menurut Mahfud, bongkar pasang menteri merupakan hak prerogatif presiden. Terlepas dari itu, dia tidak menangkap adanya tanda-tanda Jokowi bakal melakukan reshuffle menteri.

"Tanda-tandanya juga enggak ada. Itu, kan, hanya dari hasil survei. Boleh saja orang berspekulasi. Kalau dari presiden sendiri isyarat-isyarat itu enggak ada," bebernya.

Terkait hasil survei yang menunjukkan adanya sejumlah menteri dengan tingkat kepuasan kinerja rendah, Mahfud menuturkan hal tersebut tidak mengganggu kinerja para menteri. Mahfud juga menyebut hasil survei tidak penting. 

"Mau (peringkat) 10, 23, 30, enggak penting. Tapi itu bagus juga biar masyarakat tahu," ujarnya.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers