web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Waktu Salat yang Lebih Utama

Minggu, 23 Februari 2020 11:40 WIB

Ilustrasi (republika)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Dalil tentang ketentuan waktu shalat sudah sangat jelas baik dari Alquran maupun as-Sunnah. Namun, sebagian orang melaksanakan shalat tidak sesuai dengan waktunya, baik dengan tidak sengaja atau secara sengaja dengan alasan yang tidak dibenarkan syariat.

Lantas apa saja waktu shalat yang lebih utama? Dalam buku Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Shalat oleh Budiman Mustofa, berikut ini waktu shalat yang utama.

Shalat subuh

Shalat subuh lebih utama dilaksanakan di akhir waktu agar dapat melaksanakan shalat sunah Fajar. Meski demikian, diusahakan agar shalat tersebut tidak sampai melewati batas waktu yang telah ditentukan, yakni ketika pagi mulai terang.

Jadi selama masih pagi buta hendaknya kita melaksanakan shalat sunnah fajar terlebih dulu kemudian shalat subuh titik Akan tetapi, jika kita terlambat bangun atau bangun ketika waktu yang tersisa untuk melaksanakan shalat subuh tinggal sedikit, maka diprioritaskan segera melaksanakannya.

Shalat zhuhur

Waktu pelaksanaan salat zuhur yang lebih utama disesuaikan dengan kondisi cuaca saat itu. Jika vuacanya dingin diutamakan dilaksanakan di awal wakt. Jika cuacanya panas lebih utama bila diundur pelaksanaannya di akhir waktu atau menunggu agar tidak terlalu panas.

Shalat ashar

Shalat ashar lebih utama dilaksanakan di akhir waktu. Hal ini agar kita dapat melaksanakan salat sunnah sebelum salat ashar lebih banyak, asal tidak sampai pada batas waktu yang dimakruhkan, yaitu ketika warna matahari telah menguning. Mengapa? Sebab setelah kita melaksanakan salat asar kita tidak dapat lagi melaksanakan salat sunah.

Shalat maghrib

Pelaksanaan shalat magrib sangat diutamakan di awal waktu sebab waktu shalat magrib sangat sempit, yaitu mulai munculnya syafaq hingga hilangnya dari ufuk barat saja. Hal ini terbukti ketika Malaikat Jibril membimbing Rasulullah untuk shalat dan mengajarkan waktu -waktunya.

Shalat isya

Shalat isya lebih utama dilaksanakan di akhir batas waktunya, yaitu sampai tengah malam, bagi mereka yang benar-benar yakin bisa melaksanakannya dengan baik. Akan tetapi ada yang mengatakan makruh jika beranjak tidur sebelum melaksanakan shalat Isya.

Jabir bin Samurah meriwayatkan, "Nabi mengakhirkan salat Isya hingga akhir waktunya," (HR Muslim).

Jika shalat dilaksanakan tidak pada waktunya, bukan karena alasan syar'i, maka salat tersebut dianggap tidak sah dan harus diulang ketika tiba waktunya. Pelakunya dianggap telah melakukan dosa.

Alangkah lebih baik bila setiap Muslim memperhatikan waktu shalat sehingga ia bisa melakukan shalat pada waktunya. Jangan sampai mendahului waktu shalat atau sampai terlewatkan waktunya karena kesibukan dunia yang melalaikan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers