web analytics
  

Ini Manfaat Mendoakan Orang Tua yang Telah Meninggal

Minggu, 23 Februari 2020 02:00 WIB

[Ilustrasi] Mendoakan orang tua yang telah wafat. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Dalam Islam, ada sejumlah manfaat ketika kita mendoakan orang yang telah meninggal.

Sebelum manusia terbujur kaku, termasuk mereka yang gagah perkasa dan kaya raya, lalu kain kafan putih menyelimuti dirinya, sebaiknya mereka merenungkan sabda Rasulullah saw.

"Bila salah seorang anak Adam meninggal dunia, maka putuslah segala amal perbuatannya, kecuali tiga perkara: sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak shaleh kepada orang tuanya."

Berdasarkan sabda Rasul itu kita tahu bahwa satu dari tiga perkara yang bisa dinikmati setiap penghuni alam barzah setelah mereka mati adalah doa anak saleh kepada orang tuanya.

Hadis itu mempunyai dua sasaran. Pertama, kepedulian kepada orang lain walaupun sudah berpindah alam. Kedua, memberi tarbiyah (pendidikan) kepada anak agar kelak menjadi anak saleh, ingat kepada orang tuanya yang sudah meninggal.

Sebuah pengalaman spiritual tentang hal itu bisa dipetik dari kitab Irsyad Al'Ibaad, adalah seseorang bermimpi dalam tidurnya melihat ahli kubur keluar dari liang kuburnya. Mereka memungut sesuatu, namun dia tak mengerti apa yang mereka pungut. Dia juga terheran-heran karena salah satu dari ahli kubur itu hanya duduk dan tak ikut memungut.

Lalu dia mendekatinya dan bertanya, "Apa sesungguhnya yang mereka pungut?" Si ahli kubur itu menjawab, "Mereka memungut hadiah yang diberikan orang-orang Muslim [yang masih hidup] berupa bacaan Alquran, sadaqah, dan doa."

Orang itu bertanya lagi, "Mengapa Anda tak ikut memungut?" Si ahli kubur menjawab, "Aku sudah merasa cukup karena aku sudah dikirimi anakku setiap hari dengan bacaan Alquran. Saat ini anakku berjualan kue di pasar."

Ketika terjaga, orang yang bermimpi itu bergegas ke pasar. Dia menemui dan menanyakan apa yang dilakukan si pemuda yang disebut ahli kubur dalam mimpinya tersebut. "Aku baca Alquran ketika berziarah kubur, dan aku hadiahkan buat orang tuaku," jawab si pemuda tersebut.

Kisah tersebut mengandung hikmah bahwa doa yang diharapkan si mati tentunya berasal dari orang yang paling dekat, yakni anaknya. Ini menjadi bentuk bakti si anak kepada orang tua ketika kedua orang tua itu sudah meninggal. Tentu saja, si orang tua tidak akan menikmati doa-doa yang dikirim dari dunia kalau saja anak-anak mereka adalah para pendurhaka. Naudzubillah.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers