web analytics
  

Cara bank bjb Kembangkan Industri UMKM Nasional

Minggu, 23 Februari 2020 12:07 WIB Adi Ginanjar Maulana

Logo bank bjb

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Salah satu penggerak dan penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah krisis global adalah geliat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang meningkat signifikan. Mayoritas UMKM dijalankan secara mandiri oleh masyarakat menengah ke bawah, baik di sektor tradisional maupun modern.

Bahkan, sekitar 99% aktivitas bisnis di Indonesia dikuasai oleh sektor UMKM. Keunggulan UMKM terletak pada beberapa faktor yakni biaya yang rendah, kemampuan fokus spesifik, fleksibilitas nasional, dan kecepatan inovasi sehingga memberikan kontribusi terhadap ekonomi Indonesia, khususnya produk domestik bruto.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, sektor UMKM mampu tumbuh signifikan. Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, kontribusi sektor UMKM terhadap PDB nasional tercatat tumbuh sebesar 60,34. Capaian tersebut tidak lepas dari peran pemerintah dan lembaga yang memberikan peluang bagi pebisnis kecil untuk berkembang.

bank bjb sebagai agen perubahan nasional turut berkontribusi dalam kemajuan UMKM nasional, salah satunya direalisasikan melalui beragam kegiatan pelatihan dan fasilitas modal usaha melalui sejumlah program pembiayaan.

"Dalam upaya meningkatkan UMKM nasional, kami fokus pada dua hal yakni pemberdayaan dan fasilitas pembiayaan. Kami melakukan pelatihan dengan menyediakan trainer kompeten di setiap bidang. Ini merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan dan usaha debitur non bankable agar menjadi layak dibiayai bank," ujar Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi.

Pelatihan wirausaha dilakukan bank bjb melalui realisasi program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu (PESAT) yang telah bergulir hampir empat tahun. Melalui PESAT, bank bjb memberikan edukasi dan pendampingan kepada para wirausaha selama beberapa bulan agar distribusi usaha dapat berkembang.

"Semoga dengan ini, kapasitas wirausaha dapat meningkat sehingga mampu menjaga kelangsungan usaha menjadi lebih baik. Setelah itu, barulah kami memberikan fasilitas pembiayaan melalui berbagai program, ada Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera), Kredit Cinta Rakyat, dan lainnya untuk mendorong UMKM," kata Yuddy.

Langkah bank bjb ini dinilai tepat, pasalnya persaingan usaha khususnya bagi pelaku UMKM menengah kebawah menjadi dinamika tersendiri yang tidak bisa dihindari. Untuk itu, pemilihan strategi bisnis sesuai kondisi terkini mutlak diperlukan. Kematangan dalam menyiapkan langkah perlu diasah agar segala upaya yang tercurah tidak berbayar lelah.

Terbaru, bank bjb bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah serta Perdagangan Provinsi DKI Jakarta dan Gerakan Nusantara Berdaya menggelar seminar kewirausahaan dengan tema Strategi Tumbuh Siap Bersaing di Jakarta Utara pada Rabu (19/2/2020).

Dalam seminar yang dihadiri oleh 150 orang pelaku usaha di seluruh wilayah Jakarta tersebut, bank bjb memberikan strategi serta kisi-kisi usaha yang dapat diaplikasikan sesuai kondisi dan kebutuhan terkini.

"Kami percaya, usaha mikro memegang peranan penting sebagai salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat Indonesia. Karena itu, berbagai hambatan dalam mengakselerasi usaha perlu diatasi dengan beragam cara yang sedemikian rupa. Strategi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan menjadi faktor penting guna menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan usaha," ujar Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto.

Diharapkan seminar ini bisa menjadi kawah pencerahan dan pertukaran gagasan yang akan memberikan bekal keilmuan, khususnya untuk pelaku UMKM agar dapat tumbuh dan bersaing. Sehingga kompetensi dan kapasitas para pelaku usaha dapat meningkat, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dari sisi pembiayaan, bank bjb juga fokus menggarap sektor UMKM. Di tahun 2020, bank bjb menargetkan 20% untuk portofolio di sektor UMKM. Hal tersebut dapat dilihat dari langkah bank bjb yang telah menjalin kerja sama dengan Bank Perkreditan Rakyat. Puluhan BPR yang tidak hanya berada di Jawa Barat dan Banten telah menjalin kerja sama.

Inovasi juga terus dikembangkan bank bjb dari sisi layanan. Terakhir, program bjb Mesra yang merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jabar juga diberikan bagi penyandang disabilitas. bank bjb sendiri telah melakukan kerja sama dengan Fatayat dan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia yang bergerak dalam pemberdayaan UMKM.

"Inovasi terus dikembangkan, pada tahun 2020 ini bjb Mesra juga akan diberikan bagi penyandang disabilitas. Tentunya hal ini sangat membahagiakan dan membanggakan bahwa seluruh masyarakat di Jabar kini mendapat akses yang lebih mudah untuk memberdayakan diri melalui program bjb Mesra ini," kata Yuddy.

Segala upaya tersebut dilakukan bank bjb agar dapat meningkatkan produktivitas UMKM. Alasannya, karena UMKM merupakan salah satu sarana untuk mengentaskan jurang kemiskinan, meratakan tingkat perekonomian rakyat kecil, hingga berkontribusi pada pemasukan devisa bagi negara.

Tag
Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel lainnya

dewanpers