web analytics
  

Cuaca Ekstrem, Lima Titik Jaringan Tiang Listrik di Cimahi Roboh

Kamis, 20 Februari 2020 12:36 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, Cuaca Ekstrem, Lima Titik Jaringan Tiang Listrik di Cimahi Roboh, PLN Cimahi, pohon tumbang, berita cimahi, cimahi hari ini

Tiang listrik patah di Cimahi. (Ayobandung.com/Tri Junari

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Cimahi dan Bandung Barat membuat lima titik jaringan tiang listrik mengalami kerusakan. Jaringan milik PLN UP3 Cimahi itu tertimpa pohon tumbang hingga terdampak longsor.

Titik kerusakan jaringan listrik itu tersebar di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB), yakni di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga. Di wilayah itu ada tiang listrik roboh akibat terbawa tanah longsor.

Di Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, satu unit tiang listrik patah akibat tertimpa pohon besar. Kemudian tiga jaringan tertimpa pohon di Cipatat dan dua unit di Kecamatan Gununghalu.

"Ada 5 kejadian pohon tumbang mengakibatkan tiang patah karena cuaca ekstrem. Semua di wilayah KBB," terang Manajer Bagian Jaringan PLN UP 3 Cimahi, Pilih Kondang Paramarta saat ditemui di Kantor PLN UP3 Cimahi, Jalan Jenderal Amir Machmud, Kamis (20/2/2020).

Dari lima kejadian, dua titik di antaranya mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga harus dilakukan penggantian tiang. "Dampaknya, ya menyebabkan listrik padam sementara di beberapa lokasi," ujar Kondang.

AYO BACA : Cimahi Tecno Park Inkubasi 25 Startup Kreatif Digital

Kondang menjelaskan, penanganan gangguan jaringan akibat terdampak cuaca esktrem tergantung kadar kerusakan yang terjadi. Jika kondisinya berat dan harus dilakukan pergantian tiang, maka perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu sehari.

"Terberat bisa seharian untuk perbaikan karena kita masang tiang baru lagi. Kalau kejadian kemarin, ada 2 yang harus kita ganti. Yang 1 itu yang kena longsor dan 1 kena pohon besar," ungkapnya.

Meski dibutuhkan waktu untuk perbaikan, tegas Kondang, pihaknya tetap memprioritaskan listrik menyala kepada pelanggan. Ia mengatakan, pihaknya memiliki komitmen dalam waktu maksimal tiga jam listrik bisa kembali menyala pascaterjadi gangguan.

"Pada saat terjadi gangguan, kita utamakan listrik nyala dulu ke masyarakat. Kita manuver dari jaringan lain," tegasnya.

Untuk mengantisipasi gangguan listrik akibat terdampak cuaca ekstrem, seperti tertimpa pohon, lanjut Kondang, sebetulnya pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan pemeliharaan.

AYO BACA : Sindikat Kriminal Uang Palsu Dibekuk Polres Cimahi

"Kita usahakan untuk pemangkasan (pohon). Kalau diizinkan ditebang kita akan tebang. Terutama pohon-pohon yang kondisinya sudah kelihatan tua yang kemungkinan akan roboh saat suaca ektsrem," jelasnya.

PLN UP3 Cimahi melayani sebanyak 708.461 pelanggan di wilayah Kota Cimahi dan KBB serta Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Untuk memantau layanan listrik, pihaknya menyiagakan sekitar 150 personel.

Sedangkan untuk mengantisipasi jaringan terdampak petir, pihaknya sudah memasang jaringan pada titik rawan sudah dipasang Ground Stail Wayer (GSW) dan Arrester pada titik-titik yang dianggap rawan tersambar petir.

"Lokasi rawan petir kita antisapasi dengan GSW dan arrester," katanya.

GSW merupakan pemeliharaan jaringan saluran udara tegangan menengan untuk mengantisiasi adanya petir saat musim penghujan. Sementara arrester merupakan alat anti petir yang tersambung dengan jaringan PLN sehingga apabila terganggu petir tidak mengganggu sistem.

"GSW itu untuk memantulkan petir ke tanah, jadi tidak mengenai jaringan PLN," ucap Kondang.

Kondang mengatakan, untuk memastikan penangkal petir itu tetap berfungsi, pihaknya rutin melakukan pemeliharaan. Untuk musim hujan tahun ini, belum ada kerusakan laporan kerusakan jaringan akibat petir.

Dengan pemasangan penangkal petir itu, PLN UP3 Cimahi ingin memastikan pasokan listrik bagi pelanggan di wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat tetap maksimal di musim penghujan ini.

AYO BACA : Puluhan Jurnalis Ikuti Pelatihan Safety Riding di Cimahi

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers