web analytics
  

Pemkab Bekasi Gelontorkan Rp 52 Miliar Tata Kawasan Kumuh

Kamis, 20 Februari 2020 06:16 WIB Firda Puri Agustine

Ilustrasi kawasan kumuh. (dok. Ayobandung.com)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertahanan menyiapkan anggaran Rp 52 miliar untuk penataan Kawasan Kumuh melalui program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) dan Berseka (Bekasi Bersih dan Bekasi Sehat).

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Iwan Ridwan mengungkapkan, dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan non infrastruktur, drainase, sarana air bersih, MCK, taman lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.

“Dana Rp 52 miliar itu untuk 30 kampung dan 9 desa yang ada di empat kecamatan, yaitu Tambun Selatan, Tambun Utara, Cikarang Selatan, dan Cibitung,” kata Iwan di kantornya Komplek Pemda Kabupaten Bekasi, Rabu (19/2/2020).

Dia menambahkan, seluruh kegiatan dikawal oleh Lembaga Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan dilakukan secara swakelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat serta pemeliharaannya melibatkan partisipasi masyarakat melalui kelompok Pemelihara dan Pemanfaat (KPP), di masing-masing desa  atau kelurahan penerima lokasi dan alokasi dana BPM.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengatakan, pihaknya memang sedang gencar melakukan penataan dan pembangunan wilayah yang masih dianggap kumuh. Penataan ini dilakukan dengan berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat.

“Iya ini sesuai amanat UU (Undang Undang) bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang lebih baik dan sehat,” kata Eka.

Diketahui, luasan wilayah kumuh sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Bekasi No. 591/KEP.169-Distarkim/2016 adalah seluas 181,32 Ha yang tersebar di 30 kampung dari 9 desa yang terbagi di 4 wilayah kecamatan.

Sejak 2017 hingga saat ini, luasan Kawasan Kumuh yang sudah tertanganni mencapai 170,066 Ha dimana pengurangan luasan kumuhnya mencapai 86,02 Ha dan menyisakan 11,246 Ha.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers