web analytics
  

2 Kecamatan di Sukabumi Dilanda Angin Kencang

Rabu, 19 Februari 2020 12:59 WIB
Umum - Regional, 2 Kecamatan di Sukabumi Dilanda Angin Kencang, sukabumi, angin kencang sukabumi, bencana sukabumi, angin kencang

Ilustrasi (Ayobandung.com)

SUKABUMI, AYOBANDUNG.COM -- Bencana angin kencang menerjang dua kecamatan di Kabupaten Sukabumi Selasa (18/2) siang hingga sore. Dampaknya, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dan menyebabkan kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah. Beruntung dalam kejadian ini tidak ada warga yang menjadi korban.

Lokasi bencana terjadi di Kampung Rawa Gede RT 04 RW 05 Desa Sindangraja Kecamatan Curugkembar. Bencana tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB akibat hujan deras di sertai angin kencang.

"Satu unit rumah panggung rusak berat di Kecamatan Curugkembar dengan kerugian sekitar Rp 20 juta," ujar Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna kepada wartawan, Rabu (19/2).

AYO BACA : Berwisata Sejarah dengan Menjajal Kereta Bogor-Sukabumi-Cianjur

Menurut Daeng, kebutuhan bantuan yang sangat mendesak di butuhkan adalah bahan material. Sebab, satu unit rumah warga yang rusak tersebut memerlukan bahan material dalam rangka perbaikan.

Upaya penanganan, lanjut Daeng, dengan melibatkan sejumlah unsur terkait. Misalnya pemerintah kecamatan dan aparat desa serta Polri dan TNI.

Titik bencana kedua yakni di Kampung Benteng RT 03,04, 06, 05, 07, 08 di RW 05 Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug. '' Kejadian hujan deras di sertai angin kencang mengakibatkan 8 rumah rusak,'' ujar Daeng.

AYO BACA : Kota Sukabumi Dorong Gerakan Donor Darah

Ke delapan rumah itu yakni milik Adang di RT 04 RW 05, Acuh RT 03 RW 05, Ujang Ahub RT 08 RW 05, Piah RT 05 RW 05. Selain itu rumah Ade RT 05 RW 05, Sarkosih RT 04 RW 05, Ujan RT 03 RW 05, dan Furkon RT 07 RW 05.

"Mayoritas semuanya rusak sedang dan ringan," ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi. Kerugian akibat bencana itu ditaksir Rp 30 juta dan korban jiwa atau luka dilaporkan tidak ada.

Daeng mengatakan, kebutuhan bantuan yang sangat mendesak adalah bahan material. Sebab, kerusakan terbanyak pada bagian rumah warga.

Ke depan, ungkap Daeng, warga bisa meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana. Terlebih, intensitas hujan masih cukup tinggi yang berpotensi menyebabkan bencana baik longsor, banjir, dan angin kencang.

AYO BACA : Dilanda Banjir, Akses ke Geopark Ciletuh Tertutup Material Longsor

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers