web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Terus Meningkat, Indeks Pembangunan Manusia Jabar Capai 72,03

Senin, 17 Februari 2020 14:39 WIB Nur Khansa Ranawati

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Doddy Herlando. (Ayobandung.com/Nur Khansa)

CIBEUNYING KALER, AYOBANDUNG.COM -- Pada 2019, kualitas hidup manusia di Jawa Barat yang tercermin dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Di 2019, IPM Jabar mencapai 72,03, naik sebanyak 0,739 poin atau 1,02% dibanding 2018.

Besaran IPM tersebut juga sekaligus melampaui IPM nasional 2019 yang mencapai 71,92. Jabar saat ini berada dalam status IPM "tinggi" dan menempati peringkat ke-10 nasional setelah DKI Jakarta, DIY, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Bali, Riau, Sulawesi Utara, Banten, dan Sumatera Barat.

AYO BACA : Pemprov Jabar Luncurkan Program Ajengan Masuk Sekolah

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Doddy Herlando mengatakan IPM Jabar juga mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Tercatat kenaikan terus terjadi sejak satu dekade terakhir. Pada 2010, IPM Jabar berada di angka 66,15.

"Sejak 2010 IPM Jabar mengalami kenaikan, terus membaik dan tidak ada yang anjlok. Tapi naiknya ada yang landai dan ada yang cepat," ungkapnya ketika ditemui dalam konferensi pers rilis IPM Jabar 2019 di kantor BPS Jabar, Jalan P.H.H Mustofa Bandung, Senin (17/2/2020).

AYO BACA : Melipir ke Jalan Suryakencana Untuk Menikmati Lumpia Basah Khas Jawa Barat

Besaran IPM tersebut dia mengatakan, didasarkan pada perhitungan yang melibatkan tiga komponen utama meliputi umur yang panjang dan hidup yang sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak. Umur panjang dan hidup sehat digambarkan oleh Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH), pengetahuan oleh Harapan Lama sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS), sementara standar hidup layak diukur melalui pengeluaran perkapita yang disesuaikan.

Pada 2019, BPS mencatat UHH Jabar mencapai 72,85 tahun, sementara HLS mencapai 12,48 tahun, RLS 8,37 tahun dan pengeluaran perkapita mencapai Rp11.152.000,00 per-orang per-tahun. Masing-masing komponen tersebut mengalami kenaikan dibanding capaian pada 2018.

Hal tersebut menunjukan bahwa rata-rata harapan hidup anak yang baru lahir di Jabar dapat meraih usia 72,85 tahun, meningkat hingga 1 tahun dibanding 2010. Sementara, meningkatnya HLS menjadi indikasi positif bahwa penduduk Jabar semakin dapat mengenyam bangku sekolah dalam waktu yang lama. Anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk menamatkan pendidikan mereka hingga lulus SMA atau D1.

Selain itu, RLS menunjukan bahwa pada 2019 rata-rata penduduk Jabar yang berusia 25 tahun telah bersekolah selama 8,37 tahun atau setara kelas VII. Adapun pengeluaran per kapita masyarakat Jabar selama 9 tahun terakhir meningkat sebesar 2,20% per-tahun.

"Tujuan perhitungan IPM adalah untuk melihat perubahan apakah berbagai intervensi program pemerintah berhasil menyejahterakan masyarakat. Selain itu hal ini juga bermanfaat untuk menghitung Dana Alokasi Umum, Dana Insentif Daerah, dan sebagai komponen Sustainable Development Goals," ungkap Doddy.

AYO BACA : Bandung Kembali Jadi Tuan Rumah Ajang Pencarian Makeup Expert

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers