web analytics
  

Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Datangi Wagub Jabar di Gedung Sate

Sabtu, 15 Februari 2020 13:16 WIB Andres Fatubun

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum, didatangi para pedagang pasar tradisional di kantornya, Gedung Sate Bandung, Sabtu (15/02/2020).

Para pedagang pasar yang tergabung dalam DPW Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonsia (APPSI) Provinsi Jawa Barat, sebagian besar mengeluhkan turunnya omzet mereka di awal tahun ini. 

Adapun selain itu, para pedagang pasar juga menyebut adanya penurunan daya beli masyarakat.

"Kehadiran para pedagang pasar, menyampaikan 'uneg- uneg', harapan dan keinginan," ungkap Uu.

Panglima santri ini pun menuturkan bahwa apa yang dikeluhkan para pedagang pasar adalah semakin berkurang pendapatan mereka dari hari ke hari. 

Menurut Uu, penyebabnya kompleks.

Seperti kurang maksimalnya sarana-prasarana penunjang di pasar tradisional, serta persaingan terbuka dengan pasar modern. Sehingga banyak juga masyarakat yang lebih memilih belanja di pasar modern dengan alasan kenyamanan.

Kepada para pedagang, Uu menyampaikan bahwa Pemdaprov Jabar akan berusaha melindungi para pedagang pasar, dan memaksimalkan potensi berkembanya pasar-pasar tradisional di Jawa Barat.Karena selain punya fungsi ekonomi, pasar juga menghadirkan kultur sosial -budaya. Ada seni tawar- menawar, bercengkrama antar pedagang dan pembeli, sehingga hadir budaya keakraban dan tumbuhnya jalinan silaturahim.

AYO BACA : Uu Minta Warga Jabar Luangkan Waktu Ikuti Sensus Penduduk 2020

Pemdaprov Jabar juga tengah berfokus melakukan perbaikan dari sisi infrastruktur dan sosiokultural di pasar tradisional di Jawa Barat. Kerena dua aspek tersebut merupakan bagian dari upaya menggairahkan kembali geliat perekonomian di pasar tradisional.

Tahun 2019, tercatat sudah ada tujuh pasar yang mendapati proses revitalisasi untuk dijadikan pasar bersih dan higienis. Ketujuh pasar tersebut di antaranya Pasar Cisarua Kabupaten Bogor, Pasar Sukaraja Kabupaten Sukabumi, Pasar Baleendah Kabupaten Bandung, Pasar Manis Ciamis, Pasar Langensari Banjar, Pasar Karangampel Indramayu, dan Pasar Daerah Indramayu.

Adapun sebagai tindak lanjut dari uneg-uneg yang disampaikan para pedagang pasar hari ini, Uu akan segera menginstruksikan Bupati/ Walikota di 27 daerah di Jawa Barat memberikan kekuatan terhadap keberadaan pasar tradisional di daerahnya, dengan payung hukum yang membela kepentingan pedagang pasar tradisional. 

Selain itu, ia berharap pemerintah kota/kabupaten mendorong terbangunnya sarana-prasarana yang nyaman, sehingga masyarakat pun mau kembali belanja ke pasar tradisional.

"Juga ada penertiban pasar modern masuk ke berbagai wilayah, disini harus ada aturan yang jelas. Kalau dibiarkan begitu saja, pedagang pasar harus bertarung bebas dengan pengusaha besar, lambat laun yang kuat akan semakin menang yang lemah akan kalah," tutur Uu.

"Namun dengan aturan yang jelas, keneradaan pasar tradisional dan modern akan saling menunjang," tutur dia

Salah satu pedagang pasar, Tatang Mustofa, mengaku sedikit lega karena telah menyampaikan aspirasinya ke wagub Jabar. 

Ia mengharap tindak lanjut yang efektif bagi keberlangsungan ekosistem perdagangan di pasar tradisional.

"Kita ingin pasar tradisional bisa terlindungi, adanya keamanan, masyarakat nyaman berbelanja, minimarket, supermaket, juga tetap ada. Intinya kita mengharapkan pemimpin daerah bisa lebih peduli terhadap pedagang pasar," kata dia.

Editor: Andres Fatubun

artikel lainnya

dewanpers