web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Dalam 3 Bulan, 10 Orang Terjangkit AIDS di Bandung Barat

Jumat, 14 Februari 2020 11:17 WIB Tri Junari

Ilustrasi pemeriksaan HIV/AIDS. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 10 orang warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) dinyatakan positif terkena penyakit AIDS.  Data tersebut berdasarkan hasil laporan dari Puskesmas di wilayah KBB per Oktober-Desember 2019.

Pengelola Program HIV pada Komisioner Penanggulangan AIDS (KPA) KBB, Anzhar Ismail, mengatakan, jumlah itu menambah deretan daftar Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) menjadi 399 orang 

"10 kasus itu temuan di bulan Oktober,  November dan Desember,  hasil dari pemeriksaan yang dilakukan oleh Puskesmas-puskemas," kata Anzhar di Ngamprah, Jumat (14/2/2020)

AYO BACA : Obat HIV/AIDS Laku Keras di China, Bisa Sembukan Virus Corona?

Dia menyebut temuan 10 orang penderita HIV AIDS itu berasal dari berbagai kalangan dan profesi yang tersebar di wilayah KBB, mulai dari pelajar, ibu rumah tangga, hingga pekerja seks komersial. 

"Mereka terdeteksi saat melakukan pemeriksaan di Puskesmas, dan melakukan pengobatan di Rumah Sakit. Pihak puskesmas pun mendata dan melaporkan temuan ini ke KPA," ujarnya. 

Anzhar menjelaskan, banyak pasien HIV AIDS yang berhenti mengkonsumsi obat. Hal itu menjadi kendala serius dalam menjalani masa penyembuhan pasien. 

AYO BACA : Tren Pengidap HIV Diprediksi Berubah ke Heteroseksual

"Mungkin karena mereka sudah merasa sehat dan sembuh,  jadi mereka berhenti mengkonsumsi obat nya. Padahal,  jika obat itu terus dikonsumsi bisa mencegah virus HIV untuk berkembang biak dalam tubuh," jelasnya. 

Penemuan kasus AISD di KBB dari tahun ke tahun menunjukan peningkatan. Penularan kasus HIV terbanyak berdasarkan kelompok resiko, yakni pada pengguna Jarum Suntik 9% (turun 2-3 %) dan Heteroseksual 53% (naik 2-3 %). 

Sementara, kasus HIV pada ibu rumah tangga 14 %, dengan penemuan kasus baru rata-rata 50 orang per tahun.

“Jika berdasarkan kelompok usia penularan banyak terjadi pada kelompok umur 21–29 tahun (52%). Peningkatan jumlah penemuan kasus di komunitas LSL (Laki Seks Laki). Status Epidemi HIV di KBB termasuk pada wilayah dengan epidemi terkonsentrasi artinya masih banyak ditemukan di populasi kunci," ungkapnya.

AYO BACA : Ubah Gen Bayi Agar Kebal AIDS, Peneliti Ini Didakwa Hukuman Penjara

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers