web analytics
  

Selain Bawang Putih, Ini Sejumlah Komoditas di Bandung yang Terpengaruh Corona

Jumat, 14 Februari 2020 11:08 WIB Nur Khansa Ranawati

Kepala Disdagin Kota Bandung Elly Wasliah. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Dalam dua minggu belakangan, harga bawang putih di pasaran Kota Bandung meroket hingga dua kali lipat.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan salah satu penyebabnya diduga adalah oknum yang sengaja menahan distribusi barang yang mayoritas diimpor dari Cina tersebut karena was-was dengan rencana pembatasan impor terkait merebaknya virus Corona.

Selain bawang putih, Elly mengatakan di Kota Bandung sejumlah komoditas lain pun ikut terdampak karena respon importir dan atau distributor menyikapi rencana pemerintah pusat tersebut. Salah satunya adalah buah-buahan.

AYO BACA : Disdagin Bandung: Harga Bawang Putih Stabil di Angka Rp50.000

Dia mengatakan, mayoritas stok beberapa jenis buah-buahan di Kota Bandung berasal dari Cina. Saat ini, di pasaran harga sejumlah buah-buahan mulai merangkak naik.

"Importir besar buah di Bandung yaitu PT Mulya Raya, 80% produknya merupakan impor dari Cina. Setelah dicek di pasaran harga buah-buahan juga naik 2 kali lipat" ungkap Elly ketika ditemui di Balai Kota Bandung, Kamis (13/2/2020).

Adapun buah-buahan impor yang dimaksud di antaranya adalah jeruk, apel dan pir. Elly mengatakan, hingga saat ini kuota impor buah dari pemerintah pusat memang belum dialokasikan.

AYO BACA : Diduga Ada Penimbunan Bawang Putih, Bupati Karawang Buka Suara

"Kuota impornya memang belum turun, barang yang ada di pasaran sekarang barang stok 2019. Jadinya pada takut kondisi ini berlangsung lama," ungkapnya.

Selain itu, dia mengatakan, hal tersebut juga berpengaruh pada sentra industri sepatu Cibaduyut. Berdasarkan pantauan timnya, banyak pengrajin yang memerlukan sejumlah bahan pembuatan sepatu serta produk olahan lainnya yang diimpor dari Cina dan tidak diproduksi di dalam negeri.

"Sampai sekarang stok sparepart yang dibutuhkan tersebut masih ada. Tapi mereka juga takut kondisi pembatasan ini berlangsung lama dan barang jadi langka karena belum bisa dipasok lokal," ungkapnya.

Elly juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak khawatir berlebihan terhadap produk impor dari Cina. Pasalnya, dia mengatakan setiap barang impor yang masuk ke Indonesia telah melewati proses karantina dengan SOP yang sesuai.

"Selain itu juga yang dapat menulari kan hewan hidup, bukan produknya. Itulah mengapa pemerintah pusat masih mengizinkan impor dari Cina, termasuk bawang putih," jelasnya. 

AYO BACA : 150 Ton Bawang Putih Diduga Ditimbun, Disdagin Bandung Desak Pendistribusian

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers