web analytics
  

Pemain Persib Era 60-an dan Eks Rektor Unpad, Himendra Wargahadibrata Tutup Usia

Jumat, 14 Februari 2020 01:00 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Pemain Persib Era 60-an dan Eks Rektor Unpad, Himendra Wargahadibrata Tutup Usia, pemain persib, kabar persib, rektor unpad, mantan rektor unpad,  Himendra Wargahadibrata

Pemain Persib Era 60an dan Eks Rektor Unpad, Himendra Wargahadibrata Tutup Usia. (Unpad)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Persib Bandung berduka. Mantan pemain Persib Bandung serta penggawa Tim Nasional Indonesia era 60-an, Himendra Wargahadibrata tutup usia. Sosok yang memiliki nama Abdullah Himendra Wargahadibrata itu meninggal dunia di usia usia 77. Kabar kepergian sosok yang dijuluki "Profesor Persib" itu diunggah dalam akun instagram resmi Universitas Padjadjaran.

"Telah berpulang ke rahmatullah Prof. A. Himendra Wargahadibrata, dr., SpAn.KlC.KNA, (Rektor Universitas Padjadjaran Ke-9) Kamis, 13 Februari 2020 pukul 22.10 WIB di RS. Boromeus Bandung," demikian bunyi unggahan akun resmi Unpad, Kamis (13/2/2020) malam.

Mewakili civitas akademika, Unpad pun turun kehilangan sosok Himendra yang sudah memberi kemajuan dan terobosan bagi Unpad.

"Pimpinan dan segenap Keluarga Besar Universitas Padjadjaran mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadahnya, ,dilapangkan alam kuburnya dan keluarga yg ditinggalkan diberi kesabaran dan keikhlasan," tulis unggahan tersebut.

Seperti diketahui, Himendra adalah mantan pemain Persib, mantan pemain timnas, dan mantan rektor Universitas Padjadjaran serta guru besar Fakultas Kedokteran Unpad dan juga sempat mendedikasikan diri lama di RSHS Bandung.

Menilik perjalanan karir Himendra bersama Persib, rupanya dia mencatatkan sejarah hebat, unik, fenomenal, dan luar biasa dalam pembicaraan sepak bola. Sebab Himendra menjadi salah satu sosok yang mampu mewakili itu semua.

Maklum, selain memiliki karir sepak bola yang sempurna di masa kejayaannya, lantaran berhasil berkostum timnas di era kepelatihan Toni Pogaknic. Karir pendidikan Himendra pun terbilang sempurna. 

Gelar Profesor dia dapatkan di Fakultas Kedokteran Unpad. Tidak hanya itu, beberapa jabatan struktural di kampus pun ia duduki sebelum menjabat orang nomor satu di salah satu Universitas terkemuka di Tanah Air itu. Lalu yang tak kalah hebat, Himendra adalah seorang spesialis anastesi, dan dokter dengan keahlian yang masih sangat terbatas di Indonesia.

Dengan pencapaian ini Himendra bisa dikatakan "Sakti". Pasalnya, dia mampu meraih pencapaian tertinggi di tiga bidang kedokteran, Pendidikan, dan juga sepak bola. 

Sayangnya, perjalanan karir sepak bola Himendra tak berlangsung lama. Dinukil dari laman wikipedia, karir sepak bolanya, Himendra sedianya sempat bergabung dengan klub amatir UNI Bandung bersama salah satu tokoh PSSI Nugraha Besoes. Ia kemudian bermain untuk Persib Bandung pada tahun 1962 setelah dipanggil oleh Pelatih Persib saat itu yaitu Tomosoa. 

Tidak lama kemudian, ia sempat dipanggil oleh Toni Pogacnik dan Djamiat Dalhar untuk segera bergabung ke Timnas Junior (Timnas Olimpiade/U-23) untuk persiapan tiga event besar yakni Asian Games 1962, Merdeka Games, dan Ganefo 1964.

Namun, ketika ia masih berada di dalam training camp (TC), tiba-tiba datang surat dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran yang memintanya memutuskan dua hal : kuliah atau sepakbola. 

Hal ini sempat membuatnya frustasi dan stress sebelum memberanikan diri menghadap pelatih kepala saat itu, Toni Pogacnik pada bulan Juli 1963. Ia mengutarakan keinginannya untuk mundur dari Timnas Indonesia dan lebih fokus kepada kuliahnya di Universitas Padjadjaran saat itu.

Sepulang dari training camp, ia segera mengejar diri untuk kuliahnya yang sempat keteteran selama mengikuti pelatihan bersama timnas. Meski demikian, ia masih setia dengan Persib Bandung hingga akhirnya memutuskan untuk pensiun (gantung sepatu) pada tahun 1973. 

Selama berkostum Pangeram Biru, Himendra sempat satu tim dengan nama tenar masa itu seperti, Rukman, Emen Suwarman, Max Timisela, Momon serta Yoice Oroh, hingga Obon.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers