web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Menelusuri Asal Mula Kebun Raya Bogor dari Prasasti Batutulis

Kamis, 13 Februari 2020 15:34 WIB Husnul Khatimah

Kebun Raya Bogor. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Kebun Raya Bogor diduga berasal dari kawasan hutan Samida. Hutan ini disebut sudah ada sejak zaman Kerajaan Pajajaran. 

Peneliti etnobotani Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), M. Fathi Royyani mengatakan, Samida merupakan hutan buatan yang didirikan oleh Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) dan menjadi warisan abad ke-14 dari Kerajaan Pakuan Pajajaran. 

“Pendirian Samida ini tercatat dalam prasasti Batutulis yang didirikan oleh Surawisesa putra Sri Baduga,” ujar Fathi, Kamis (13/2/2020).

Dia mengatakan, dikutip dari Sutaarga (1966: 32), dalam prasasti tersebut disebutkan Sri Baduga membuat tanda peringatan gugunungan,  mendirikan balai, membuat Samida, dan membuat Sang Hiyang Talaga Rena Mahawijaya. 

AYO BACA : Situ Gede Siap Dikembangkan Jadi Ekowisata Andalan Kota Bogor

picsart-02-05-07-04-25

Prasasti Batutulis. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

Beberapa sumber lain  menyebutkan, Samida merupakan hutan tertentu yang kayu-kayunya diperuntukkan bagi upacara-upacara persembahan.  “Sumber lain juga menyebutkan keberadaan Samida ditujukan untuk keperluan kelestarian lingkungan dan sebagai tempat  memelihara benih-benih kayu yang langka,” jelas Fathi.

Dia menambahkan, pada masa kerajaan Pajajaran, pelestarian lingkungan dilakukan dengan cara menanam jenis-jenis yang dianggap penting pada saat itu, yakni untuk memenuhi ritual tradisi.

AYO BACA : Pemkot Bogor Bakal Bangun Kampung Santri

"Mereka menanam jenis-jenis pohon yang digunakan untuk ritual di kawasan yang disebut Samida yang lokasinya sekarang diduga terletak di Kebun Raya Bogor,” ujar Fathi.

Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, R. Hendrian mengatakan untuk mengungkap lebih dalam kaitan hutan Samida dan asal Kebun Raya Bogor ini pihaknya akan mengadakan talkshow "500 Tahun Konservasi Tumbuhan: Batu Tulis Hingga Kebun Raya Bogor” pada Jumat (14/2/2020) di Jakarta.

"Pengungkapan keberadaan hutan Samida merupakan tantangan. Apalagi usianya jelas lebih tua dibandingkan dengan Kebun Raya Padova. Saat ini Kebun Raya Padova di Italia yang saat ini tercatat sebagai Kebun Raya tertua di dunia dengan usia 475 tahun," kata Herdian. 

Dia mengatakan, talkshow diadakan juga sebagai upaya untuk menggalang dukungan publik dalam pengusulan Kebun Raya  Bogor sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO yang sudah diinisiasi sejak 2017.

Talkshow tersebut nantinya akan menghadirkan narasumber Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto; Rektor Universitas Media Nasional, wartawan senior Harian Kompas Ninok Leksono, Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, R. Hendrian, peneliti etnobotani Pusat Penelitian Biologi LIPI M. Fathi Royyani, serta peneliti ekologi manusia Eko Baroto Waluyo.

AYO BACA : Bogor Bakal Punya 2 Kampung Tematik Baru

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers