web analytics
  

Cara Buat Masker Anticorona Murah dan Ramah Lingkungan ala Dokter Taiwan

Kamis, 13 Februari 2020 09:26 WIB

Cara membuat masker handmade oleh dokter dari Taiwan. (Facebook/DrChen)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Penggunaan masker, terutama saat berada di tempat umum dan berisiko tinggi seperti rumah sakit, merupakan langkah pertama mencegah diri terinfeksi virus Corona Covid-19.

Sayangnya, kebutuhan akan masker yang meningkat di tengah wabah virus Corona Covid-19 menimbulkan kelangkaan. Bahkan harga masker N95 sudah mencapai Rp 1,5 juta per 20 buah. Padahal N95 sangat dibutuhkan untuk mereka yang kontak secara langsung dengan pasien yang terinfeksi, seperti petugas medis misalnya.

Mengutip Asia One, Rabu (12/2/2020) Cina memang tengah ditemui kelangkaan masker jenis ini untuk digunakan para petugas medis. Nah, alih-alih menunggu bantuan maka tidak ada salahnya untuk membuat masker itu sendiri.

Ahli Anestesi Taiwan Dr Chen Xiaoting adalah salah satu orang yang memprakarsai masker handmade yang terbuat dari kain itu. Kata dia, masker buatan sendiri aman selama digunakan dalam waktu yang tepat dan sering dicuci.

Tutorial pembuatannya pun diunggah Dr. Chen di laman facebooknya. Dengan modal selembar kain, mesin jahit atau alat menjahit, jadilah sebuah masker. Kerennya lagi, masker ini memiliki lapisan rahasia, yaitu kain tanpa rajutan dimasukkan di dalam masker.

AYO BACA : Korban Tewas Akibat Corona Capai 1.367 Orang, Bertambah 245 dalam Sehari

73359-masker-buatan-dokter-dari-taiwan

Masker handmade oleh dokter dari Taiwan. (Facebook/DrChen)

Adapun langkah-langkah pembuatannya sebagai berikut:

  1. Gunakan selembar kain
  2. Bentuk pola
  3. Setrika lipatan masker, dan jahit bagian samping
  4. Sediakan lubang untuk memasukkan bahan seperti tisu toilet hingga tisu basah, sebagai bahan penyaring
  5. Sesuaikan dengan kontur wajah
  6. Pakai dan ganti secara teratur

Selain efektif menghalau virus seperti masker N95, masker buatan Dr Chen juga lebih ramah di kantong dan lingkungan. Dengan modal 2,54 dollar atau setara Rp 36.000, Anda bisa menghasilkan 3 masker yang bisa dipakai ulang.

Dr Chen mengatakan, ada tiga lapis dalam masker bedah ini, yakni lapisan non anyaman atau non kain yang kedap air, kain non anyaman tipis yang mampu menyaring udara, dan lapisan lain dari kain non anyaman biasa di bagian belakang.

AYO BACA : KBRI: 47 Orang Positif Virus Corona di Singapura

Terakhir kemudian, Dr. Chen menggunakan tisu basah yang dikeringkan kemudian di masukkan ke dalam lubang khusus yang sudah dibuat. Jika tidak ada tisu basah, tisu toilet biasa pun menurutnya tidak masalah.

Dengan catatan, bahan tisu toilet atau tisu basah ini tidak bisa digunakan kembali. Anda harus menggantinya setiap hari untuk memaksimalkan fungsi pencegahan.

"Pentingnya masker ialah mencegah air liur orang lain terpapar pada orang lain," terangnya.

Dr Chen mengatakan, masker N95 memang efektif dan memang seharusnya digunakan jika benar-benar dibutuhkan. Meski begitu orang tua dengan penyakit jantung harus menghindari masker ini karena bisa menyebabkan kesulitan bernapas.

"Saya melihat seorang paman tua tempo hari, dia tidak bisa bernapas dan mengalami sesak dada karena mengenakan masker bedah dan dikirim ke unit gawat darurat!" ceritanya.

"Efek penyaringan dari masker bedah tidak 100 persen, udara masih bisa masuk dan keluar dari sisi topeng, kecuali itu adalah masker N95 yang sangat ketat. Namun, N95 hanya boleh dipakai pada saat-saat paling kritis. Tidak perlu dikenakan di lingkungan berisiko rendah, karena Anda tidak akan bisa memakainya dalam waktu lama," tutupnya.

AYO BACA : WNI yang Terjangkit Virus Corona di Singapura Dikabarkan Stabil

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers