web analytics
  

Importir Diminta Tak Manfaatkan Corona untuk Naikkan Harga Bawang Putih

Rabu, 12 Februari 2020 16:13 WIB Mildan Abdalloh

[Ilustrasi] Harga bawang putih mendadak melambung dalam beberapa pekan terakhir, salah satu penyebabnya karena virus corona. (Ayobandung/Kavin Faza)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Harga bawang putih mendadak melambung dalam beberapa pekan terakhir, salah satu penyebabnya karena virus corona.

Isu virus corona membuat pemerintah menghentikan sementara impor bawang putih dari Tiongkok.

AYO BACA : Cara Jitu Emak-emak Bekasi Siasati Melonjaknya Harga Bawang Putih

Kepala Dinas Indag Kabupaten Bandung Popi Hopipah mengatakan, sebagian besar kebutuhan bawang putih nasional disuplai dari Tiongkok.

Kendati demikian, Popi meminta agar importir tidak mempolitisasi penghentian impor bawang putih dari Tiongkok untuk menaikan harga.

AYO BACA : Meski Turun, Harga Bawang Putih di Purwakarta Masih Tinggi

"Importir jangan memanfaatkan situasi ini untuk menaikan harga," tutur Popi, Rabu (12/2/2020).

Terlebih, kata Popi, bawang putih didatangkan dari Tiongkok ketika pemerintah belum menghentikan sementara impor. Dengan begitu, importir belum melakukan pembelian.

"Mereka, kan, beli sebelum kejadian Wuhan dan harga masih murah. Bisa pedagang jual di kisaran Rp15.000 per kilogramnya. Tapi tiba-tiba pas ada kejadian ini, harganya jadi mahal," ujarnya.

AYO BACA : Disdagin Segera Pastikan Penyebab Kenaikan 100% Bawang Putih di Bandung

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers