web analytics
  

Sempat Dirawat, Gadis Korban Rudapaksa di Cimahi Meninggal Dunia

Rabu, 12 Februari 2020 14:05 WIB Tri Junari

[Ilustrasi] Rudapaksa. (Pixabay)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Gadis korban penganiayaan disertai rudapaksa berusia 15 tahun, yang merupakan warga Kota Cimahi, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif lebih dari sepekan di ruang ICU RSUD Cibabat, Kota Cimahi, Rabu (12/2/2020) siang.

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki menerangkan, korban yang ditemukan warga sekarat di kebun sekitar Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, 29 Januari 2020 akhirnya meninggal dunia.

Korban tutup usia setelah menjalani perawatan medis lebih dari sepekan sejak ditemukan warga terkapar bersimbah darah. Selain dianiaya, korban juga dirudapaksa pelaku yang kini mendekam di sel penjara Polres Cimahi.

"Betul, korban penganiayaan dan pencabulan meninggal dunia di RSUD Cibabat sekira jam 13.00 WIB," kata Yoris melalui pesan singkat, Rabu (12/2/2020) siang.

Rencananya, jasad korban akan diautopsi di RS Sartika Asih Bandung untuk mengetahui penyebab utama korban meninggal dunia. Autopsi juga dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka.

AYO BACA : Dituduh Memerkosa, Ronaldo Merasa Dipermalukan

"Sementara korban masih di RS Cibabat, penyidik masih koordinasi dengan keluarga terkait autopsi, rumah duka dan pemakaman," tuturnya.

Sebelumnya, dikabarkan Ayobandung.com, polisi telah berhasil menguak teka-teki penemuan gadis bersimbah darah di tengah kebun.  Pelaku penganiayaan dan rudapaksa ialah Nanang (27) dan teman korban NN (17). Keduanya terbukti melakukan penganiayaan dan rudapaksa kemudian membuang korban ke tengah kebun warga.

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi, polisi berhasil menangkap keduanya tanpa perlawanan.

Yoris mengungkapkan, peristiwa itu diawali ketika tersangka NN dengan korban saling berkirim pesan singkat sampai akhirnya sepakat bertemu. 

"Korban dibawa NN dan temannya (saksi) ke wilayah Cipageran di sebuah saung dan bertemu dengan tersangka Nanang," ungkapnya.

AYO BACA : Tak Melulu Berbentuk Fisik, Kenali Kategori Lain Pelecehan Seksual

Sesampainya di sana, para tersangka melakukan pesta miras dan mencekok korban. Di lokasi pertama, tersangka NN sempat melakukan pencabulan terhadap korban namun tak sampai rudapaksa.

Kemudian, tersangka NN dan temannya (saksi) disuruh pergi membeli rokok dan makanan. Kesempatan berdua dengan korban dimanfaatkan Nanang melampiaskan nafsu bejat.

"Korban dibawa pakai motor ke pinggir kebun dan dilakukan penganiayaan dengan cara dipukul dan ditusuk pakai batang bambu kering. Luka parah pada bagian wajah," kata Yoris.

Setelah korban tidak berdaya dalam keadaan mabuk berat, Nanang tega menyetubuhi korban sebanyak tiga kali. 

Usai puas melampiaskan nafsu bejatnya, Nanang meninggalkan korban dalam keaadan sekarat dan malah menutupi tubuh korban dengan pohon bambu kering. Korban baru ditemukan sekitar tanggal 29 Januari sekitar pukul 21.30 WIB oleh seorang petani sayur.

"Dalam keadaan terluka, korban disetubuhi, kemudian ditutup dengan bambu," ucap Yoris.

Atas perbuatannya, kedua tersangka disangkakan Pasal 81 atau 82 Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

AYO BACA : Lisa BLACKPINK Alami Pelecehan Seksual Oleh Pemilik Kafe di Bangkok

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers