web analytics
  

Siap-siap, Dishub Bandung Bakal Derek Kendaraan yang Parkir Sembarangan

Selasa, 11 Februari 2020 15:22 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Siap-siap, Dishub Bandung Bakal Derek Kendaraan yang Parkir Sembarangan, Parkir liar, parkir sembarangan, dishub bandung, ayobandung, berita bandung, bandung hari ini

Ilustrasi -- Petugas Kepolisian bersama Dishub Kota Bandung menggelar operasi parkir liar di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung, Jumat (14/6/2019). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Perhubungan Kota Bandung dalam waktu dekat akan memberlakukan hukuman baru bagi para pengemudi kendaraan roda dua ataua lebih yang parkir sembarangan. Tak tanggung-tanggung, kendaraan yang terparkir tidak pada tempatnya disebut akan diderek oleh tim yang bertugas.

Kepala Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transporasi Dishub Kota Bandung Asep Kuswara mengatakan, aturan ini tercetus setelah berbagai sanksi sebelumnya, meliputi penempelan stiker hingga cabut petil, dinilai tidak efektif. Sehingga aturan baru ini diharapkan dapat memberi efek jera.

"Kami sedang menggodok perda (peraturan daerah) soal sanksi derek. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa secepatnya disahkan Pemerintah Kota Bandung, karena menurut hemat kami ini hal yang sangat positif," ungkapnya ketika ditemui dalam acara Bandung Mejawab di Balai Kota Bandung, Jalan Merdeka, Selasa (11/2/2020).

20200211-114122

Kepala Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transporasi Dishub Kota Bandung Asep Kuswara (kanan). (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

Dia menargetkan perda tersebut dapat segera berlaku bulan ini. Adapun sanksi yang diberlakukan, dia menegatakan, akan diberikan dalam tiga tahap.

"Ketika ada pelanggaran akan dilakukan denda, derek dan penginapan kendaraan. Kami bekerja sama dengan area traffic control system (ATCS) untuk melihat titik pelanggaran yang ada, mudah-mudahan bisa kasih efek jera bagi pelanggar dari dalam maupun luar kota," ungkapnya.

Dia mengatakan telah mengkadi besaran denda yang akan ditimpakan dalam proses derek hingga menginapkan kendaraan. Besarannya mulai dari Rp245.000 hingga Rp1.050.000 per-tindakan.

Denda tersebut rencananya akan dilakukan dengan sistem cashless. Asep juga mengatakan pihaknya telah mengembangkan aplikasi yang dapat mengirim peringatan kepada pemilik kendaraan yang akan dikenakan sanksi.

"Akan ada SOP mengenai penderekan dan pembayaran, dan semua dilakukan secara cashless untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers