web analytics
  

Tak Terjangkit Corona, WNI di Natuna Dipulangkan 15 Februari

Selasa, 11 Februari 2020 14:26 WIB
Umum - Nasional, Tak Terjangkit Corona, WNI di Natuna Dipulangkan 15 Februari, Virus Corona Cina, penyebaran virus corona, bahaya virus corona, pneumonia, wabah penyakit cina

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. (Suara.com/Arga)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 284 warga negara Indonesia (WNI) dan 1 warga negara asing (WNA) akan selesai menjalankan observasi serta karantinanya di Natuna, Kepulauan Riau pada 15 Februari mendatang. Menteri Kesehatan Agus Terawan Putranto mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan rapat koordinasi terkait teknis pemulangan.

AYO BACA : Pemprov Pastikan Keselamatan 13 Warga Jabar Dikarantina di Natuna

Para WNI dan 1 WNA itu mulai menjalani observasi dan karantina setelah dijemput pemerintah pulang dari kota Wuhan, Provinisi Hubei, China. Mereka dijemput pulang untuk menghindari terkenanya virus novel Corona yang disebut berawal dari kota tersebut pada Minggu, 2 Februari lalu.

AYO BACA : Sampai Observasi WNI dari Wuhan Selesai, Menkes Terawan Berkantor di Natuna

Dengan mengikuti standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelum berbaur dengan masyarakat, mereka harus menjalani observasi dan karantina selama 14 hari.

"Jadi Sabtu ini kalau tanggal 15 itu berarti selesai ya," kata Terawan di Grand Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).

Namun Terawan mengungkapkan bahwa pihaknya hingga saat ini masih menjalani rapat koordinasi terkait teknis kepulangan dari mereka. Salah satu yang tengah dirundingkan yakni soal pesawat yang akan digunakan maupun tujuan kepulangan mereka.

"Karena itu mereka kan dari banyak daerah. Nanti kalau saya bilang pulang hari ini keluarganya sudah nunggu, dan ternyata pesawatnya sore nggak ada ya kan repot," ujarnya.

AYO BACA : Soal Corona, Menkes: Saya Jaminkan Badan dan Berada di Garda Depan

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers