web analytics
  
Banner Kemerdekaan

23 Batu Ganesha dan Orang Kerdil Ditemukan di Objek Wisata Batu Mahpar Tasik

Selasa, 11 Februari 2020 13:18 WIB Irpan Wahab Muslim

Batu ganesha dan manusia kerdil ditemukan di objek wisata Batu Mahpar Desa Sukamulih, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Batu ganesha dan manusia kerdil ditemukan di objek wisata Batu Mahpar Desa Sukamulih, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya. Diduga, batu tersebut peninggalan masa Kerajaan Galunggung.

Pengelola objek wisata batu Mahpar, Totong Muhammad Hidayat mengatakan, penemuan batu itu terjadi pada Minggu (9/2/2020) oleh para pengunjung. Pengunjung curiga ada batu berbentuk unik menonjol diatas permukaan tanah. Penemuan itu pun dilaporkan kepada pihak pengelola.

AYO BACA : PPP dan PDIP Jajaki Koalisi di Pilkada Kabupaten Tasik

Menanggapi laporan itu, pihak pengelola berinisiatif melakukan penggalian tanah. Tak disangka, sekitar 23 buah batu berlainan bentuk.

"Ditemukan kemarin hari Minggu, kita juga tidak tahu batu itu asalnya dari mana. " papar Totong melalui sambungan telepon, Selasa (11/2/2020).

AYO BACA : Dana Haji akan Diinvestasikan di Saudi

Totong penambahkan, penemuan batu berbagai bentuk itu berada dipinggir parit Galunggung. Pihaknya memberi garis batas dengan tali agar batu berbagai bentuk itu tidak rusak dan dijamah oleh pengunjung.

"Belum ada dari manapun yang datang kesini termasuk arkeolog." paparnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Ayotasik.com, batu mampar sendiri merupakan tempat peristirahatan prajurit Pajajaran. Selain itu, merupakan tempat ritual para batara pada saat Galunggung masih menjadi kabuyutan.

Lokasi sekitar Batu Mahpar dan situs Makam Walahir merupakan pusat keilmuan pada masa Kabuyutan Galunggung. Berbagai pusat ilmu pengetahuan, keagamaan, politik, dan sosial berada di kabuyutan.

AYO BACA : Resah Hadapi Teror Penculikan Anak, Warga Tasikmalaya Datangi KPAID

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers