web analytics
  

7 Orang Calon PPK Terindikasi Berafiliasi Parpol

Senin, 10 Februari 2020 21:30 WIB Mildan Abdalloh

Ilustrasi Pilkada Serentak 2020. (Ayobandung.com/Attia Dwi Pinasti)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung mengendus calon Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) berafiliasi partai politik.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kabupaten Bandung Hedi Ardia mengatakan, berdasarkan hasil penelusurannya, terdapat 7 orang peserta rekrutmen PPK yang merupakan anggotan Parpol.

AYO BACA : Bawaslu Bandung: Waspadai Kampanye Pilkada di Pesantren dan Masjid

Beberapa orang ada dalam data Sipol (Sistem Partai Politik), tutur Hedi, Senin (10/2/2020).

Sipol merupakan sistem milik KPU terkait data partai politik. Sehingga apabila ada nama yang masuk dalam Sipol, berarti telah menjadi anggota Parpol, selama belum mengundurkan diri dari status keanggotaan.

AYO BACA : Bupati Bandung Minta KPU dan Bawaslu Tempuh Prosedur Anggaran

Selain itu kata Hedi, terdapat dua orang peserta perekrutan PPK yang menjadi Calon Anggota Legislatif.

Sesuai peraturan KPU (PKPU) pasal 18 ayat poin E, syarat calon PPK tidak menjadi anggota parpol yang dinyatakan dengan surat pernyataan yang syah atau paling singkat dalam jangka waktu lima tahun tidak lagi menjadi anggota parpol yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pengurus parpol yang bersangkutan.

Hedi berharap, jajaran komisioner KPU Kabupaten Bandung bisa lebih cermat dalam memilih calon anggota PPK. Bahkan, mereka yang pada Pemilu serentak 2019 dianggap tidak cakap dalam menjalankan tugasnya sebaiknya juga dipertimbangkan ulang sekalipun yang bersangkutan memiliki pengalaman.

Faktor pengalaman itu bukan segalanya. Yang terpenting itu, prinsip seperti kapasitas, integritas dan imparsialitas harus dimiliki oleh seorang penyelenggara pemilu, katanya.

AYO BACA : Bawaslu Bandung Rekrut Kader Pengawasan Partisipatif untuk Pilkada

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers