web analytics
  

Bunda, Ini Bahaya Kucing bagi Anak-anak Kita

Senin, 10 Februari 2020 17:30 WIB Netizen Neneng Ratna Suminar
Netizen, Bunda, Ini Bahaya Kucing bagi Anak-anak Kita, kucing, bahaya kucing,

ilustrasi. (Neneng Ratna Suminar)

Memelihara kucing itu menyenangkan. Senang dengan kelincahan. Senang dengan perpaduan warna dan bulu-bulu yang halus. Senang dengan kemanjaan dan kelucuan kucing. Senang dengan suara kucing yang sering mengeong-ngeong kala lapar atau meminta sesuatu.

Namun, tanpa disadari, ada banyak bahaya dari hewan kesayangan kita. Bahaya mengintai bagi anak-anak dan ibu hamil.  Apa saja? Dana bagaimana cara menghindarinya? Yuk, kita perhatikan bersama.

Bahaya utama kucing adalah bulu dan cakara kukunya yang tajam. Sejatinya bukan semata bulu, tetapi bakteri dan virus dari berbagai tempat kerap menempel pada bulu hewan kesayangan anak-anak kita.

Nah, bulu-bulu kucing lalu bersentuhan dengan kulit anak-anak kita. Menempellah. Maka, bakteri dan virus itu menular pada anak-anak kita. Bahaya akan makin gawat andai bulu-bulu kucing masuk pada pernapasan atau mulut anak-anak kita. Emh, ini sih cilaka dua belas. Celaka banget, bunda.

Apa saja penyakit dari bulu-bulu dan cakaran kucing? Ini, saya rangkum dari berbagai sumber.

1. Bartonellosis

AYO BACA : Bupati KBB Ngamuk, Ada Kotoran Kucing di Kantor Disdukcapil

Ini penyakit dari bakteri. Karena anak-anak kita dicakar kucing bisa menyebabkan kelenjar getih bening. Akibatnya, bisa demam, sakit kepala, badan lemas, nafsu makan berkurang, serta berat badan menurun.

Bartonellosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae. Tubuh manusia dapat terinfeksi bakteri dari gigitan atau cakar kucing yang terinfeksi bakteri.

2. Kriptosporidosis

Ini penyakit diare karena parasit Cryptosporidium. Selain diare, penyakit ini bisa menyebab demam, muntah, dan kram perut.

Infeksi cacing tambang. Cacing ini ada pada kucing atau anjing. Telurnya juga berbahaya. Anak-anak kita bisa tertular. Apalagi jika termakan atau terhitup. Dapat dipastikan anak-anak kita mengalami pendarahan, peradangan, dan sakit perut.

3. Toksoplamosis

AYO BACA : Cina Luncurkan MarsCat, Robot Bionik Kucing Pertama di Dunia

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi parasit Toxoplasma gondii. Keberadaannya cukup umum di dunia dan biasanya orang dewasa dengan sistem imun yang baik tidak memerlukan perawatan medis untuk sembuh dari infeksi.

Toksoplasmosis pada orang dewasa dapat menyebabkan gejala seperti demam, nyeri otot, kelelahan, radang tenggorokan dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Para ahli lebih menyarankan ibu hamil untuk tidak kontak dengan hewan peliharaan karena dapat beresiko tinggi mengalami gangguan kehamilan seperti keguguran, kelahiran mati atau Toksoplamosis kongenital yang menimbulkan kerusakan otak, hilang pendengaran dan gangguan penglihatan pada bayi setelah dilahirkan.

4. Campylobacteriosis

Campylobacteriosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri bernama Campylobacter. Bakteri ini kerap ditemui pada feses hewan yang terinfeksi dan produk makanan yang terkontaminasi selama proses pembuatan. Umumnya, daging ayam mentah atau kurang matang paling sering jadi penyebab manusia ternfeksi bakteri ini

Tentu ada beragam bahaya lainnya dari kucing-kucing kita. Penyakit yang mungkin  belum diketahui secara lengkap oleh dunia medis, yaitu para peneliti, dokter, apoteker, dan ahli kesehatan anak-anak.

Karenanya, kita mesti lebih waspada. Jagalah kebersihan kucing dan barang-barang di rumah kita. Sebisa mungkin kita cek kesehatan anak anak kita setiap saat secara berkesinambungan.

Yuk sayangi anak-anak kita. Sayangi juga kucing-kucing kita. Meeongggg.....

Neneng Ratna Suminar, Guru TK di Bogor.

AYO BACA : Alasan Penasaran, Youtuber Malaysia Nekat Konsumsi Makanan Kucing

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

artikel terkait

dewanpers