web analytics
  

Biarkanlah Anak Bermain demi Kekuatan Otak dan Masa Depannya

Kamis, 6 Februari 2020 11:26 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Biarkanlah Anak Bermain demi Kekuatan Otak dan Masa Depannya, permainan, permainan anak, anak bermain, manfaat bermain, Otak, Masa Depan, kesehatan mental, mental anak,

[Ilustrasi] Bermain sangat bermanfaat untuk otak dan masa depan anak. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Selain menyenangkan hati, bermain memiliki segudang manfaat bagi anak, di antaranya menguatkan otak, menyehatkan mental, dan mempengaruhi pengambilan keputusan untuk masa depan.

Kesehatan mental anak tidak hanya diwujudkan melalui nilai dan prestasi sekolah. Parameter lain harus diperhatikan orang tua.

Dikutip laman Indian Express, Kamis (6/2/2020), ada beberapa cara untuk meningkatkan kesehatan mental anak. Bermain, berada di daftar puncak.

AYO BACA : Daftar Makanan dan Minuman Ini Ganggu Kesehatan Otak?

Mengapa bermain itu penting? Pernahkah orang tua memperhatikan bahwa permainan sebagian besar dipilih sendiri dan diarahkan sendiri? Selain itu, bermain tidak pernah dipaksakan pada anak.

Hal ini karena permainan bisa merangsang sel-sel saraf otak untuk membuat koneksi yang lebih cepat satu sama lain.

Dalam enam tahun pertama kehidupan, 80% perkembangan otak selesai. Berkali-kali, penelitian telah membuktikan bahwa semakin banyak keadaan pikiran yang menyenangkan dalam enam tahun pertama, semakin kuat pertumbuhan otak manusia.

AYO BACA : Kurang Tidur Berdampak Besar pada Kinerja Otak?

Bahkan dalam studi tentang remaja, bermain berpengaruh dalam pertumbuhan lobus frontal yang merupakan pusat perencanaan dan pengambilan keputusan.

Peter Gray dalam bukunya “Free to Learn” menjelaskan bahwa bermain adalah kegiatan yang dilakukan untuk kepentingan sendiri daripada untuk mencapai tujuan kesuksesan dunia nyata. Dengan demikian, permainan melibatkan keadaan pikiran yang aktif, waspada tetapi tidak stres. Tidak ada yang bisa dicapai pada akhirnya, karena proses permainan itu sendiri adalah bersifat sepadan.

Bagi seorang anak, bermain dan bermain adalah segalanya. Dari keterampilan hidup dasar hingga fungsi eksekutif otak manusia, semuanya paling baik dipelajari melalui permainan.

Menurut dr Gray, melalui permainan, anak-anak terhubung dengan minat mereka sendiri, belajar membuat keputusan, belajar untuk menangani emosi mereka, berteman, dan yang paling penting, mendapatkan kebahagiaan.

Kekuatan bermain dalam kehidupan seorang anak adalah di luar kata-kata dan tak tergantikan. Pada tahun 1999, Sugata Mitra, lelaki di balik percobaan “hole in the wall” yang sangat terkenal menunjukkan bahwa anak-anak dari segala usia, kelompok, kasta, kepercayaan, budaya, dan status sosial ekonomi dapat belajar mengoperasikan komputer dengan menjelajahi sendiri dalam sebuah keadaan pikiran yang menyenangkan, bahkan tanpa kemahiran bahasa Inggris.

Dalam percobaan, Mitra dan timnya hanya menempatkan komputer melalui lubang di dinding daerah kumuh di India dan memungkinkan anak-anak untuk menjelajah. Pertumbuhan signifikan yang dihasilkan dalam keterampilan dasar sains dan matematika anak-anak melalui penggunaan internet di komputer menyoroti fakta bahwa otak anak-anak berfungsi paling baik dalam keadaan bermain-main.

AYO BACA : (Penelitian) Minum Teh Berpengaruh terhadap Kesehatan Otak

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers