web analytics
  

Mengulik Mitos Doa Terkabul di Prasasti Batutulis Bogor

Rabu, 5 Februari 2020 06:48 WIB Husnul Khatimah

Prasasti Batutulis di Kota Bogor. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Prasasti BatuTulis di seberang Istana BatuTulis Kota Bogor memiliki mitos yang dipercaya dapat mengabulkan permintaan siapapun yang berdoa. Syaratnya, mereka yang berdoa harus berhasil menjalankan ritual permohonan doa dengan sempurna.

Penjaga Prasasti Batu Tulis, Sutirman mengatakan, mitos terkabulnya doa itu sudah menjadi rahasia umum bagi peziarah peninggalan sejarah tersebut.

"Mitos itu kepercayaan masing-masing, menurut orang tua dulu kalau ada yang nyobain (ritual permohonan doa), apapun doanya akan terkabul," ujar Sutirman saat ditemui Ayobogor.com, Selasa (4/2/2020).

Dia menjelaskan, ritual tersebut biasanya dilakukan di dalam sebuah ruangan. Di dalam ruangan terdapat situs berupa batu peninggalan kerajaan Pajajaran yakni prasasti batu tulis, batu tapak kaki, batu sandararan lutut, dan batu lingga.

Mereka yang melakukan permintaan doa akan melakukan niat dan mengucapkan syahadat tiga kali. Kemudian meletakkan kaki di atas batu tapak kaki, merunduk sedikit meletakkan lutut pada batu sandaran lutut, dan kemudian membaca Al Fatihah. 

Setelah membaca Al Fatihah kemudian berjalan melewati belakang prasasti mengarah ke Batu Lingga. Peziarah harus melingkarkan kedua tangan ke batu lingga dengan posisi tubuh membelakangi batu.

Jika lingkaran dua tangan menyatu, dipercaya bahwa doa akan terkabul namun jika dua tangan tidak menyatu, doa sulit terkabul. 

"Ada juga yang melingkarkan tangannya di batu tapi tidak nyampe itu banyak, walaupun badannya tinggi besar, tanggannya panjang tapi gak nyampe dan ada juga yang badannya kecil malah nyampe," kata Sutirman. 

Sutirman mengatakan, banyak pengunjung yang datang melakukan ritual permintaan doa tersebut namun dia mengaku bahwa dirinya selalu mengingatkan bahwa ritual itu hanyalah kepercayaan masa lalu yang belum diketahui kebenarannya. 

"Minta doa di situ boleh saja tapi kita baiknya niatnya minta ke Allah, gak boleh ke batu, musyrik minta doa itu sama Allah sama yang maha kuasa," kata Sutirman. 

Lebih lanjut Sutirman menjelaskan, prasasti Batutulis ini dipercaya sebagai tempat penobatan raja-raja Pajajaran di bawah kekuasaan prabu Siliwangi pada 1482-1521.

"Di sini keseluruhan total ada 15 batu, di dalam ruangan ada 6 batu, batu utamanya ada prasasti batu tulis dengan tulisan huruf palawa yang membuat putranya Raja Siliwangi, yakni Surawisesa. Prasasti ini menjelaskan silsilah ayahnya waktu dinobatkan di prasasti ini," katanya. 

Menurut Sutirman hingga kini banyak pengunjung yang datang untuk berziarah. Mereka rata-rata berasal dari luar Kota Bogor seperti Jakarta, Banten, hingga Cirebon. 

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers