web analytics
  

Dinyatakan Punah, Spesies Kura-kura Chelonoidis Kembali Ditemukan di Galapagos

Rabu, 5 Februari 2020 01:31 WIB
Umum - Internasional, Dinyatakan Punah, Spesies Kura-kura Chelonoidis Kembali Ditemukan di Galapagos, Kura kura galapagos, hewan terancam punah, kura-kura

Kura-kura raksasa, spesies Chelonoidis abingdonii. [Iucnredlist.org]

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Spesies kura-kura Galapagos telah menghilang seluruhnya, akibat eksploitasi tak bertanggung jawab yang dilakukan para pemburu karena daging kura-kura tersebut yang sangat lezat.

Kura-kura raksasa terakhir yang bernama George dari spesies Chelonoidis abingdonii mati pada 2012 silam di usia 102 tahun. Tetapi laporan terbaru menyebutkan bahwa para ilmuwan telah menemukan kura-kura betina dengan genetika yang sangat dekat dengan George, dan diyakini menjadi keturunan langsung dari spesies kura-kura yang telah punah.

Dilansir dari IFL Science, tim ilmuwan dari Taman Nasional Galapagos dan Galapagos Conservancy juga menemukan 29 kura-kura raksasa dengan jenis spesies Chelonoidis niger. Kelompok kura-kura ini terdiri dari 11 jantan dan 18 betina.

Para ilmuwan melihat kura-kura di Wolf Volcano, puncak tertinggi di Galapagos, di Pulau Isabela. Disebut bahwa banyak kura-kura yang dibuang di sana oleh bajak laut dan pemburu paus dalam upaya untuk meringankan muatan kapal. Saat ini, lebih dari 10 ribu kura-kura diperkirakan berkeliaran di daerah itu.

Melestarikan kura-kura raksasa Galapagos adalah tugas penting karena mereka adalah spesies pemegang kunci dan memiliki efek besar pada lingkungan sekitar. Kura-kura tersebut membantu memelihara dan mengendalikan kehidupan tanaman dengan cara memakannya, menginjak-injaknya, dan menyebarkan benihnya.

Karenanya, para pelestari lingkungan bekerja keras untuk melindungi kura-kura unik ini dan menambah jumlah populasinya. Program pelestarian ini berhasil menaikkan populasi kura-kura dari spesies Chelonoidis hoodensis dari hanya 14 hewan liar menjadi 2 ribu.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers