web analytics
  

Penelitian Ungkap Rutin Minum Kopi Bisa Memperpanjang Usia

Senin, 3 Februari 2020 13:29 WIB Fira Nursyabani
Gaya Hidup - Sehat, Penelitian Ungkap Rutin Minum Kopi Bisa Memperpanjang Usia, manfaat kopi, kopi memperpanjang usia, minum kopi, fakta kopi

Ilustrasi pengolahan kopi. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Penelitian terbaru menunjukkan, meminum satu cangkir atau lebih kopi dapat meningkatkan kesehatan dan memungkinkan kita hidup lebih lama.

Penelitian observasional yang melibatkan hampir 20.000 orang itu, orang yang mengonsumsi setidaknya empat cangkir kopi setiap hari memiliki risiko kematian dini 64% lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah atau jarang mengonsumsi kopi.

Hal tersebut terlihat lebih signifikan bagi orang yang sudah mencapai usia 45 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan, akan lebih baik jika kita rutin mengonsumsi kopi seiring bertambahnya usia.

Temuan baru ini mendukung penelitian-penelitian observasional besar sebelumnya, yang menemukan bahwa peminum kopi dapat hidup lebih lama, baik yang mengonsumsi kopi biasa atau kopi tanpa kafein.

Kopi juga telah terbukti mengurangi risiko banyak penyakit, termasuk diabetes tipe 2, penyakit hati, kanker kolorektal, Alzheimer, dan kanker kulit. "Kopi sarat dengan antioksidan," kata Joe DeRupo, juru bicara National Coffee Association, seperti dikutip, dilansir, dari CNN, Senin (3/2/2020).

"Banyak antioksidan alami yang ditemukan dalam biji kopi selama proses pemanggangan. Senyawa inilah dihubungkan dengan efek positif dalam mengurangi risiko beberapa penyakit,” jelas dia.

AYO BACA : Berjalan 20 Menit Efeknya Seperti Menengguk Secangkir Kopi

"Beberapa senyawa yang biasa ditemukan dalam kopi telah dikaitkan dengan sensitivitas insulin yang lebih baik, fungsi hati, dan berkurangnya peradangan kronis," tambah V. Wendy Setiawan, seorang profesor di Keck School of Medicine of USC, yang merupakan peneliti utama dalam studi terbaru ini.

 

Batasi konsumsi kopi, jika…

Mengkonsumsi kopi berkafein mungkin akan menyehatkan bagi banyak orang, tetapi takarannya perlu diatur terutama pada wanita hamil.

“Bukti terkini menunjukkan, mengonsumsi kafein dalam jumlah sedang yaitu 200 mg per hari atau 12 ons kopi dalam satu cangkir, tidak mempengaruhi peningkatan risiko keguguran atau kelahiran prematur," kata Dr. Joseph Wax, ketua American College of Obstetricians and Gynecologists' Committee on Obstetric Practice.

Penderita penyakit jantung juga harus membatasi konsumsi kopi dan kafein.

AYO BACA : Hati-hati! Anak-anak Sering Minum Kopi Kekinian Bisa Jadi Bahaya

"Kafein adalah penghambat dan akselerator detak jantung seseorang," kata Dr. Vince Bufalino, juru bicara American Heart Association dan wakil presiden senior dan direktur medis senior Cardiology-AMG, Advocate Health Care, di Naperville, Illinois.

"Mereka yang mengalami atrial fibrillation (umumnya dikenal sebagai detak jantung tidak teratur) atau hipertensi harus membatasi asupan kafein. Satu hingga dua cangkir sehari mungkin baik-baik saja, tetapi jika Anda sensitif, Anda harus membatasi semua kafein,” jelasnya.

Perlu diingat, kopi tanpa kafein masih mengandung kafein. Sebanyak 8 ons dalam secangkir kopi olahan dapat mengandung 75 hingga 165 miligram kafein, sedangkan kopi tanpa kafein mengandung rata-rata 2 hingga 7 miligram per cangkir.

"Kopi tanpa kafein itu bukan berarti tidak benar-benar mengandung kafein, jadi jika Anda minum tiga cangkir kopi tanpa kafein per hari, maka saya menyarankan untuk tetap membatasinya," kata Bufalino tentang orang-orang yang memiliki masalah jantung.

Kopi juga berdampak buruk pada kesehatan tulang. Kafein dalam kopi dapat menyebabkan hilangnya kalsium, meski mungkin tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

"Kafein memang memicu kehilangan kalsium pada urin, tetapi diimbangi dengan peningkatan penyerapan kalsium sehingga dampaknya tidak terlalu terlihat," kata Connie Weaver, profesor ilmu nutrisi terkemuka di Purdue University, yang baru-baru ini memimpin penelitian tentang kalsium dan kesehatan tulang.

Sebelum mengonsumsi kopi, perhatikan tips berikut ini:

  1. Tambahkan susu rendah lemak dan jangan tambahkan krim. Krim menyumbang sekitar 50 kalori dan 3 gram lemak jenuh per sendok makan.
  2. Susu rendah lemak memiliki lebih sedikit kalori dan membantu mengimbangi kehilangan kalsium (satu sendok makan hanya mengandung 6 kalori, tetapi 19 miligram kalsium).
  3. Kurangi takaran gula dalam menyeduh kopi. Satu sendok teh gula mengandung 16 kalori. Ini mungkin kedengarannya tidak banyak, tetapi jika Anda menambahkan dua sendok teh ke minuman Anda dan minum beberapa cangkir per hari, kalori yang Anda konsumsi akan bertambah.
  4. Pilih kopi yang disaring jika Anda memiliki kolesterol tinggi. Kopi tanpa filter mempertahankan senyawa yang dikenal sebagai cafestol dan kahweol, yang dapat berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol pada beberapa orang.
  5. Jika setelah meminum kopi sulit tidur,sebaiknya hindari kopi dan semua sumber kafein di malam hari atau menjelang waktu tidur. (Pingky Sintia) 

AYO BACA : Tingkatkan Pembakaran Lemak dengan Minum Kopi Sebelum Olahraga

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers