web analytics
  

THL di Purwakarta 'Overload', Bupati Dukung Kebijakan Penghapusan Honorer

Jumat, 31 Januari 2020 10:19 WIB Dede Nurhasanudin

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. (Instagram/@ratna_anne)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengaku setuju akan kebijakan baru pemerintah pusat untuk menghapus tenaga honorer dan sejenisnya. Menurutnya, selama ini tenaga harian lepas (THL) cukup membebani APBD, sementara pada saat rekrutmen tidak menempuh seleksi terlebih dahulu.

"Jadi kualitas mereka dipertanyaan, memenuhi standar atau tidak, kan kita tidak tahu, begitu juga tenaga honorer di sekolah, mereka diangkat oleh kepala sekolah," ujar Anne, Kamis (30/1/2020).

AYO BACA : Nasib Pegawai Honorer Semakin Tidak Jelas

Ia menyebut. THL di lingkungan Pemkab Purwakarta sudah overload sehingga harus ada pengurangan. Pengurangan artinya dialihkan ke P3K atau PNS, begitu juga honorer.

"Biaya upah kerja THL pada 2019 saja mencapai Rp26 miliar, memang cukup menyedot APBD," ujar Anne.

AYO BACA : Kemenpan RB Sebut Instansi yang Rekrut Honorer Akan Didenda

Anne pun melarang dinas terkait untuk merekrut THL dan sejenisnya karena pemerintah pusat memberikan waktu pada 2024 sudah tidak ada lagi pegawai dengan sebutan honorer atau sejenisnya.

"Mereka harus sudah dialihkan ke P3K dan ASN, dan pegawai yang diakui pemerintah pusat hanya dua itu," kata dia.

Pemkab Purwakarta sendiri akan memulai merekrut P3K tahun ini disamping pemerintah pusat membuka CPNS yang dapat diikuti oleh non PNS. "Kalau P3K dan PNS kan mengikuti diseleksi terlebih dahulu, jadi yang lulus dapat dikatakan memiliki standar kualifikasi, dan diharapkan mampu membawa perubahan Purwakarta lebih baik lagi," ujar Anne.

AYO BACA : Tenaga Honorer Akan Dihapus, Ini Dampak Positif dan Negatifnya

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers