web analytics
  

Nyicil Mitsubishi Pajero, Warga Parongpong Dapat Nomor Rangka Berbeda

Kamis, 30 Januari 2020 20:56 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Bandung, Nyicil Mitsubishi Pajero, Warga Parongpong Dapat Nomor Rangka Berbeda, Mitsubishi pajero,Mitsubishi,Pajero, Rangka Mesin Berbeda,penipuan pajero,penipuan mitsubishi,diler mitsubishi bandung,wicaksana berlian motor ahmad yani,wicaksana berlian motor

Dian Sri Hardianti (44 ) pemilik Mitsubishi Pajero dengan rangka berbeda, menunjukan surat pernyataan. (Ayobandung.com/Tri Junari)

PARONGPONG, AYOBANDUNG.COM--Dian Sri Hardianti (44 ) warga Parongpong RT 01 RW 11 Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kecewa terhadap salah satu diler mobil Mitsubishi terkemuka di Jalan Jenderal Achmad Yani Kota Bandung.

Kekecewaan konsumen ini lantaran nomor rangka pada fisik mobil Mitsubishi Pajero Sport 2.4 L Dakar 4 x 2 8 AT yang dia cicil sejak tahun 2017 tak sesuai dengan STNK dan BPKB.

Tidak cocoknya nomor rangka mobil ini diketahui Dian saat akan memperpanjang STNK di Samsat. Hingga akhirnya surat-surat kendaraan itu tak lagi bisa diperpanjang.

“Nomor rangkanya tidak sesuai dengan STNK dan BPKB. Itu ketahuannya pada waktu saya mau gesek nomer mesin dan nomor rangka bulan November kemarin (tahun 2019),” ujar Dian, Kamis (30/1/2020). 

Ketika Dian mempertanyakan persoalan tersebut kepada pihak diler, jawabannya tidak memuaskan. Pihak diler hanya memberikan surat keterangan dari Direktorat Jendeal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan nomor Ket-57/ KPU 01/BD.02/KR/2017 yang menyatakan ada perbedaan tentang nomor mesin tersebut.

AYO BACA : Ini Keuntungan Cicil Kendaraan daripada Tunai

Dian menyayangkan pihak diler yang baru memberikan surat tersebut setelah komplain.

"Kenapa tidak sejak awal. Ini malah kita tahu sewaktu kita gesek. Ini kan mobil gres, bukan second. Kok bisa beda," kata dia.

Tidak puas dengan keterangan dari pihak diler. Dian kemudian bertemu pihak diler pusat dan berjanji untuk mengganti unit baru Pajero keluaran tahun 2019.

Pada saat itu, dia yang merasa kecewa berat, akhirnya mengajukan kompensasi juga. Kompensasi yang dituntutnya ke diler Jakarta sebesar Rp300 juta. 

Akan tetapi, pihak diler Bandung hanya mengganti dengan satu unit Pajero tahun 2019, dengan sisa cicilan 6 kali lagi sebesar Rp15 juta per dibayarkan diler Bandung.

AYO BACA : Milenial, Tunda Traveling! Cicil Rumah 2 Lantai Rp900 Jutaan di Bandung

“Itu artinya tidak ada kompensasi dong, kalau dihitung-hitung dengan uang yang sudah masuk ke leasing. Kan saya menuntut kompensasinya,” keluhnya.

Lebih kesalnya lagi, kata Dian, ternyata pembayaran ke leasing dari pihak diler telat. Dia mengaku kaget karena pihak leasing melakukan penagihan karena dia dianggap nunggak.

"Saya sempat ngamuk karena mereka mengabaikan cicilan itu. Padahal saya tidak pernah telat bayar karena menyangkut kredibilitas ke pihak leasing. Baru kemarin (29/1/2020) dilunasi mereka (dealer),” ujar Dian.

Oleh karena itu, Dian menyatakan akan melanjutkan persoalan ini hingga tuntutannya dikabulkan. Karena dia merasa dirugikan non-material juga.

“Pokoknya saya mau kompensasi dari Jakarta dan Bandung juga,” katanya.

Sementara staf diler Mitsubshi Bandung Melanie saat dikonfirmasi enggan memberi keterangan. Dia berkilah tidak punya kewenangan untuk menjelaskan persoalan ini. “Harus ke direktur langsung,” katanya.

AYO BACA : Lima Cara Hidup Tanpa Rumah

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers