web analytics
  

TPT Longsor, BPJS Ketenagakerjaan Cimahi Salahkan Cuaca

Rabu, 29 Januari 2020 19:59 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, TPT Longsor, BPJS Ketenagakerjaan Cimahi Salahkan Cuaca, BPJS Ketenagakerjaan Cimahi, Longsor,

Tembok Penahan Tanah (TPT) kantor BPJS Ketenagakerjaan Cimahi longsor. (Ayobandung.com/Tri Junari)

CIMAHI TENGAH, AYOBANDUNG.COM -- Tembok Penahan Tanah (TPT) Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cimahi yang belum rampung dibangun longsor menimpa Masjid dan menutup saluran air di Kebon Manggu RT 4 RW 20 Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Selasa (28/1/2020) sekira jam 15.30 WIB.

Atas kejadian itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cimahi, Aang Supono berkilah jika longsornya TPT bukan kesalahan dalam proses pembangunan. Longsor itu diakibatkan cuaca hujan dengan intensitas tinggi.

"Kami sedang melaksanakan pembangunan talud (dinding penahan tanah) untuk menahan longsor. Tapi saat proses pembangunan justru malah longsor karena cuaca ekstrem," ujar Aang saat ditemui di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cimahi, Jalan Raya Barat, Rabu (29/1/2020).

Sebelum pembangunan dilakukan, pihaknya terlebih dahulu membuat perencanaan dengan PT. Wiyata Bakti Mandiri. Lalu melakukan lelang pengerjaan fisik membangun TPT setinggi 30 meter. 

"Pengerjaan TPT itu sudah sekitar 60 persen jadi belum selesai tapi keburu longsor. Terkait teknis sebetulnya kami tidak terlalu mengerti, karena dikerjakan oleh perusahaan pemenang tender, artinya sekarang masih tanggung jawab pelaksana proyek," tuturnya. 

Saat ini pihaknya memprioritaskan penanganan material sisa longsor yang menutupi saluran air hingga mengakibatkan banjir ke sejumlah rumah warga. 

"Kalau tidak dibersihkan berpotensi ada banjir lagi. Material itu juga kita bersihkan karena merusak dinding masjid tepat di bawah tebing. Jadi kita fokus dulu pembersihan material longsor dibantu pemerintah daerah dan BPBD," jelasnya. 

Sebagian warga yang rumahnya terdampak longsor terpaksa dievakuasi untuk menghindari adanya korban lantaran masih ada potensi longsor susulan. 

"Setelah material sisa longsor ini bersih, langsung dilanjutkan pengerjaannya biar tidak terjadi longsor lagi. Warga sudah dievakuasi sebagian khawatir longsor susulan," jelasnya. 

BPJS Ketenagakerjaan juga meminta pada pengurus RT dan RW setempat untuk menginventarisir kerugian yang timbul akibat musibah tersebut. 

AYO BACA : Longsor TPT BPJS Ketenagakerjaan Cimahi Timpa Masjid

"Untuk kerugian akan kami ganti, tapi biar jelas jadi minta diinventarisir dulu oleh pengurus RT dan RW. Termasuk untuk kerusakan masjid juga akan kami ganti," ujarnya.

Sementara itu, Suwanto (46) Ketua RT setempat menuturkan, tanda TPT akan longsor sudah terlihat sejak pagi. Terlihat ada retakan dibagian TPT yang baru dibangun 1,5 bulan itu.

"Saya sudah bilang kalau dibangun TPT tanah akan longsor mengingat kemiringannya 90 derajat, jadi konstruksinya harus benar,"ujar dia di lokasi kejadian.

Ia menilai, sebelum BPJS Ketenagakerjaan akan membangun TPT di belakang kantor, warga sudah mewanti jangan gegabah karena dibawahnya ada pemukiman warga.

"Katanya strukturnya akan kuat, kenyataannya terjadi longsor," kata dia.

Tak hanya menimpa bangunan mesjid, tertutupnya saluran air dengan lebar 70 centimeter juga menyebabkan luapan air ke beberapa rumah warga.

Pada saat kejadian debit air tengah tinggi diguyur hujan deras sejak siang hingga meluber masuk kedalam rumah dan menghanyutkan barang-barang.

"Istri saya lagi didalam rumah pas air masuk, ketinggian air ada 1 meter. Barang-barang seperti lemari, TV, kulkas juga hanyut,"kata Didi Junaidi (65) salah seorang pemilik rumah yang tersapu banjir bandang.

Hingga saat ini, air selokan masih mengalir kedalam rumah karena saluran menjadi tersendat. Ia bersama warga lain terpaksa menjebol beberapa bangunan rumah agar air mengalir dengan lancar.

"Saya pengennya seperti dulu lagi, barang-barang juga inginnya diganti. Karena ini murni kesalahan BPJS Ketenagakerjaan," katanya.

AYO BACA : BPJS Ketenagakerjaan Cimahi Luncurkan Inovasi Jemput Bola

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers